Kota Malang, blok-a.com – Perkara penutupan jalan yang ada di pintu masuk utama perumahan Griya Shanta, Kota Malang kini mulai dibahas oleh Dishub Kota Malang.
Dishub Kota Malang menginginkan blokade yang berada di sisi timur perumahan tersebut dibuka kembali sesuai aturan. Sebab, sejak Juli 2026 saat uji coba jalan tembus, warga menutup total akses ke perumahan tersebut dari arah Jalan Soekarno-Hatta.
Pembahasan tersebut dilakukan dengan audiensi antara Dishub Kota Malang dan juga RW XII serta RT dan warga Perumahan Griya Shanta di kantor Dishub Kota Malang, Kamis (8/10/2026).
Hasil audiensi tersebut belum menghasilkan kesepakatan untuk membuka akses jalan di sisi timur Griya Shanta.
Ketua RW XII Griya Shanta, Jusuf Thojib mengatakan, dalam pembahasan tersebut pihaknya menyampaikan kondisi yang terjadi di lapangan sekaligus sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan sebelum akses dibuka.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas. Namun, juga menyangkut kondisi kawasan, termasuk status jalan dan fasilitas umum.
“Jadi, tadi menyampaikan pesan-pesan ini itu dan sebagainya banyak sekali yang intinya minta ada kerja sama secara solutif bagaimana ini dan begitu,” kata Jusuf.
Jusuf menyebut salah satu solusi yang disampaikan pihaknya adalah mengembalikan terlebih dahulu kondisi tembok di sisi barat. Seperti diketahui tembok tersebut telah dibongkar dan kini telah menjadi jalan tembus.
“Ini bisa bagus kalau tembok barat dikembalikan,” ujarnya.
Menurut Jusuf, belum ada titik temu dalam audiensi tersebut. Ia menilai terdapat perbedaan sudut pandang antara pihak RW dengan Dishub dalam melihat persoalan penutupan akses tersebut.
“Karena ya sebagai Dinas Perhubungan kan urusannya lalu lintas. Bukan ngurusin yang lain. Beliau minta dibuka supaya lalu lintas lancar. Bedanya saya sebagai ketua RW kan tidak hanya lalu lintas yang saya pikirkan, semuanya,” jelasnya.
Ia juga menyebut kajian mengenai status jalan dan fasilitas umum di kawasan tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut.
“Jadi itu belum ada titik temu. Sementara kajian lalu lintas pun yang seharusnya secara akademik itu belum bisa difasilitasi untuk dibahas. Apa itu? Tentang status jalan, tentang status fasum, tentang banyak hal,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan audiensi tersebut menghasilkan progres positif. Namun, belum ada poin yang disepakati bersama.
Menurutnya, pembahasan selanjutnya akan dilakukan melalui koordinasi dengan Ketua RW XII serta unsur pemerintahan wilayah.
“Ada progres positif, mau diajak, didiskusi ketua RW,” kata Widjaja.
Ia menegaskan, pembahasan Dishub kali ini berfokus pada penutupan akses di sisi timur Griya Shanta.
“Kalimatnya adalah itu, kita berbicara hari ini adalah seharusnya berbicara terkait dengan pembukaan terhadap penutupan jalan di Griya Shanta sebelah timur,” ujarnya.
Widjaja mengatakan, penyelesaian persoalan tersebut masih membutuhkan proses dan komunikasi lebih lanjut.
“Belum. Belum. Kita harus selesaikan. Nah, yang terpenting adalah ginilah, sesuatu hal itu harus ada jalan keluarnya. Ya, jangan sampai ditutup istilahnya,” jelasnya.
Ia menyebut penyelesaian persoalan tersebut nantinya akan melibatkan Ketua RW XII bersama Lurah dan Camat setempat.
“Saya bersama dengan ketua RW, didampingi oleh Pak Lurah, Pak Camat, saya yakin semuanya harus dicari jalan keluarnya. Tidak boleh dibiarkan,” katanya.
Widjaja juga menegaskan, apabila penutupan jalan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan, maka akses tersebut harus dibuka kembali.
“Kalau kalimatnya kalau kami sesuai ketentuan, itu adalah melanggar. Melanggar sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Untuk langkah selanjutnya, Dishub menyerahkan koordinasi awal kepada Ketua RW XII sebelum dilakukan pembahasan lanjutan.
“Kita tunggu saja nanti, nunggu saya serahkan pada Pak RW. Bisa dikondisikan, dikoordinasikan, Pak Lurah,” pungkasnya. (bob)








