BAKN dan OJK Siapkan Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas, Mangrove Clungup Malang Jadi Pionir

BAKN dan OJK siapkan perdagangan karbon berbasis komunitas, Mangrove Clungup Malang jadi pionir (foto: blok-a.com/Yogga Ardiawan)
BAKN dan OJK siapkan perdagangan karbon berbasis komunitas, Mangrove Clungup Malang jadi pionir (foto: blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pengembangan perdagangan karbon berbasis komunitas melalui konservasi mangrove. Clungup Mangrove Conservation (CMC) di Kabupaten Malang diproyeksikan menjadi salah satu pionir dalam pengembangan ekosistem tersebut.

Pengembangan tersebut diwujudkan melalui workshop yang digelar selama tiga hari pada tanggal (15-17/10/2026) di CMC Tiga Warna.

Andreas mengatakan CMC memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari perdagangan karbon sukarela atau voluntary carbon market berbasis komunitas. Sejumlah perusahaan besar, termasuk perusahaan teknologi multinasional, telah menunjukkan minat terhadap kredit karbon yang berasal dari kegiatan konservasi berbasis masyarakat.

“Perusahaan-perusahaan itu sangat menginginkan pelestarian bumi ini juga mempunyai manfaat ekonomi dan menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Andreas menambahkan, pengembangan perdagangan karbon berbasis komunitas membutuhkan persiapan, terutama terkait verifikasi dan skala produksi kredit karbon. Karena itu, CMC diharapkan menjadi titik awal untuk membangun jejaring komunitas konservasi mangrove di berbagai daerah di Indonesia.

Rencana tersebut akan dikembangkan melalui konsep tiga C, yakni conservation, conversation, dan community (penguatan komunitas). Konservasi menjadi kegiatan utama, sementara platform digital akan disiapkan untuk mempertemukan komunitas yang melakukan pelestarian lingkungan dan membangun jejaring antarkomunitas.

Pria yang juga anggota Komisi XI DPR RI ini berharap pengembangan ini dapat membuka peluang kerja bagi generasi muda sekaligus mendorong pelestarian lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, konservasi mangrove tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga berpotensi menjadi sumber manfaat ekonomi bagi masyarakat.

”OJK dan BEI juga diharapkan ikut mendukung percepatan pengembangan komunitas tersebut agar dapat berpartisipasi dalam perdagangan karbon,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan perdagangan karbon melalui bursa telah dimulai sejak September 2023. Namun, pasokan unit karbon yang diperdagangkan masih terbatas dan didominasi pelaku usaha korporasi.

Hasan mengungkapkan, konservasi mangrove memiliki potensi menghasilkan blue carbon yang berkualitas dan diminati pembeli, termasuk perusahaan multinasional yang ingin berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi berbagai pihak guna melengkapi ekosistem perdagangan karbon.

”Tahapannya mencakup pemenuhan legalitas, pengukuran potensi penyerapan emisi, sertifikasi, hingga pencatatan unit karbon terverifikasi dalam sistem registri nasional sebelum dapat diperdagangkan melalui bursa karbon,” ujar Hasan.

Hasan mengapresiasi upaya konservasi yang dilakukan CMC sejak 2005. Ia mengungkapkan, pengelolaan kawasan yang terintegrasi dengan ekowisata berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Pada akhirnya akan menyejahterakan tidak hanya anggotanya, tapi masyarakat, rakyat, lingkungan sekitarnya melalui penciptaan lapangan kerja maupun nilai tambah penciptaan nilai ekonomi,” jelasnya. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.