Kabupaten Malang, Blok-a.com – Sebanyak 12 siswa MI Al Maarif 9 Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dilaporkan diduga mengalami keluhan sakit perut dan diare usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (11/2/2026).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan kasus masih dalam tahap penyelidikan.
“Korban total 12 orang, dari MI Al Maarif 9 Randuagung, MBG dari SPPG Randuagung 3. Tidak ada yang rawat inap,” ujar Wiyanto, Sabtu (14/2/2026).
Ia merinci, tujuh siswa menjalani pengobatan rawat jalan di Puskesmas Ardimulyo, sedangkan lima lainnya tidak berobat ke fasilitas kesehatan. Namun, Wiyanto belum memastikan apakah siswa yang mengalami keracunan itu berasal dari program MBG.
“Keracunan makanan, masih diselidiki, masih didalami,” jelasnya.
Berdasarkan laporan yang beredar di media sosial pada Jumat (13/2/2026), sejumlah siswa mengalami mual, muntah, sakit perut, dan pusing setelah menyantap menu MBG.
Menu yang disajikan saat itu terdiri dari nasi putih, tempe sambal ijo, ayam kungpao, tumis baby buncis tauco, dan buah naga.
Informasi yang dihimpun menyebutkan ada dugaan perubahan rasa dan bau pada tempe sambal ijo serta tumis baby buncis tauco. Namun demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
Sebagai informasi, total penerima manfaat MBG di MI Al Maarif 9 pada hari tersebut tercatat sebanyak 494 siswa. Pihak SPPG Randuagung 3 Yayasan Sumber Pangan Nuswantoro Lancar disebut telah melakukan sejumlah langkah untuk evaluasi dan antisipasi kejadian serupa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Malang masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa.
“Masih didalami, tinggal menunggu sampel hasil uji lab,” pungkas Wiyanto. (yog/gni)




