Kota Malang, blok-a.com – Beras premium mulai sulit ditemukan di sejumlah wilayah Kota Malang dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini membuat pedagang sembako harus berkeliling mencari stok untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Said, pedagang sembako di Pasar Klojen, Kota Malang, mengatakan kelangkaan beras premium sudah dirasakan sekitar dua minggu terakhir.
“Kalau untuk kapannya itu kurang lebih dua minggu, Mas,” ujar Said.
Dalam kondisi normal, Said mengaku bisa mendapatkan sekitar dua sak beras untuk stok dagangan. Namun, selama dua pekan terakhir, ia kesulitan mendapatkan pasokan.
“Dua minggu terakhir? Enggak ada barang. Enggak ada barangnya, sangat susah. Enggak ada,” katanya.
Said bahkan harus mencari beras ke sejumlah pasar dan hingga super market di Kota Malang. Salah satunya ke Pasar Comboran, hingga kemudian mendapatkan beras merek Mentari.
“Sampai ke Comboran nemu ini Mentari kemarin terakhir. Harus harus saya angkut, Mas. Sampai blusuk-blusuk se-Sawahan, Jajar. Ke Avia, Avia juga, ke Bojikit juga, Pasthia, terus Kasin, Sprinto juga,” tuturnya.
Kelangkaan stok tersebut turut mendorong kenaikan harga. Said menyebut harga beras yang sebelumnya berada di kisaran Rp84 ribu hingga Rp85 ribu kini mencapai sekitar Rp87 ribu.
“Sekarang 87. Awalnya masih 84-85 gitu, Mas. Berhubung dapat tangan kedua ya mati, mau lagi ya harus mau lagi, ini kan kena harga,” ungkapnya.
Sejumlah merek beras premium yang biasa dicari konsumen juga disebut sulit diperoleh. Said menyebut merek Lombok, Bintang, dan Pialang termasuk yang saat ini sulit ditemukan.
Kondisi tersebut membuat konsumen mulai mengeluhkan kenaikan harga dan keterbatasan pilihan beras premium.
Kelangkaan beras premium ini juga ditemukan Pemerintah Kota Malang saat melakukan inspeksi mendadak bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Selasa (8/9/2026).
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, dari hasil sidak, stok beras premium di tingkat distributor bahkan kosong. Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah pasar.
“Kemudian kita ke distributor. Yang kedua distributor ini memang tidak ada beras, tidak ada, jadi kosong, beras premium terutama. Itu kosong, dan ini memang karena selama sudah 1–2 minggu ini tidak tersedia terkait dengan beras tersebut,” ujar Wahyu.
Di Pasar Blimbing, kata Wahyu, beras SPHP masih tersedia. Namun, beras premium relatif sulit didapatkan. Sejumlah pedagang bahkan mencari pasokan dari kota lain untuk memenuhi permintaan konsumen.
“Kalau di Pasar Blimbing juga sama, ada beberapa toko terkait dengan penjual sembako, mereka ada tersedia SPHP tersedia, ya, SPHP tersedia, tapi premium memang agak sulit didapatkan,” katanya.
Sementara di Pasar Klojen, Wahyu menyebut masih ada beberapa merek beras premium seperti Lahap dan Mentari. Namun, stoknya sangat terbatas dan harganya sudah cukup tinggi.
“Nah, nanti hasil dari ini kita akan rapatkan kembali dengan TPID untuk mencari skenario,” jelasnya.
Menurut Wahyu, Dinas Ketahanan Pangan menyampaikan salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan beras saat ini adalah musim tanam. Selain itu, kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang juga menjadi perhatian.
“Karena memang hari ini bulan-bulannya adalah musim tanam. Jadi belum ada stok yang ini. Kemudian juga kemarau juga agak panjang,” ujarnya.
Pemkot Malang selanjutnya akan membahas kondisi tersebut bersama TPID, termasuk kemungkinan melaporkan situasi kelangkaan beras premium kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan kebijakan lebih lanjut.
Sementara itu, pasokan beras SPHP dipastikan masih tersedia dan akan terus digelontorkan melalui pasar murah untuk menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.
“Kalau untuk SPHP pasar murah kan kita gelontorkan, jadi untuk masyarakat bawah yang terkait dengan SPHP ini bisa tercukupi. Tetapi untuk premium ini yang langka ini, kita akan mencari strategi kira-kira untuk yang premium ini kira-kira seperti apa,” pungkas Wahyu. (bob)




