Kabupaten Malang, blok-a.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Malang mendesak Inspektorat segera melakukan pemeriksaan terhadap dugaan komentar bernada negatif ke pasien BPJS yang muncul dari akun media sosial milik seorang dokter di Puskesmas Pakisaji. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Zia’ul Haq mengatakan, dugaan komentar tersebut telah memicu perhatian luas di masyarakat sehingga perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan aparatur sipil negara (ASN).
“Preseden buruk yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Ini inspektorat harus memanggil yang bersangkutan sebagai langkah preventif untuk meminimalisir kemarahan publik. Harus disanksi!,” kata Zia, Jumat (7/8/2026).
Ia menambah6, DPRD tidak memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi disiplin kepada ASN. Namun, pihaknya akan mendorong Inspektorat Kabupaten Malang untuk mengusut kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang bisa melakukan penimbangan sanksi dan berita acara pemeriksaan (BAP) adalah inspektorat, selaku inspektur ASN di Kabupaten Malang. Keputusan Terakhir ada di bupati,” tambahnya.
Seperti yang di beritakan sebelumnya, kasus ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026 yang menuliskan keluhan, “8 jam belum dapat kamar, Ga mau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS.” Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan warganet.
Salah satu komentar yang menjadi sorotan berasal dari akun @herdiana_asp yang diduga milik seorang dokter umum di Puskesmas Pakisaji.
Komentar tersebut berbunyi, “yurizal yurizal, kau masuklah ke triase merah (kode pasien dalam kondisi kritis) dulu zal, nanti cepet kau dapat kamar. Lengkap dengan ventilator dan monitornya bunyi ‘tit tit…tit..titt..’. Dingin bgt (banget) kamarnya zal, bs pake BPJS.”
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menyatakan masih melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap kasus tersebut. Berdasarkan pengakuan sementara dari dokter yang bersangkutan, akun media sosial tersebut diklaim sempat digunakan oleh orang lain sehingga proses pendalaman masih berlangsung dan belum menghasilkan kesimpulan.
Sementara itu, pemilik akun @yurizaltrich dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar duka tersebut disampaikan oleh salah satu anggota keluarganya melalui media sosial. (yog/bob)




