Di Tengah Ratusan Pekerja Kebersihan Kota Malang, Wahyu Hidayat Janjikan Kesejahteraan

Caption; Pj Wali Kota Malang Ditengah Ratusan Tenaga Kebersihan Non ASN DLH, Kamis (18/7/2024) (blok-a/Andik Agus)
Caption; Pj Wali Kota Malang Ditengah Ratusan Tenaga Kebersihan Non ASN DLH, Kamis (18/7/2024) (blok-a/Andik Agus)

Kota Malang, blok-a.com – Kesejahteraan petugas, beasiswa pendidikan, hingga sarana dan prasarana dikeluhkan para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kepada Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Keluhan itu diutarakan saat Cangkruk Bareng Petugas Kebersihan Kota Malang, di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Kamis (18/7/2024).

“Saya ingin mendengarkan keluhan yang mereka rasakan selama ini. Sama halnya seperti Ngombe Mbois Ilakes, saya ingin belajar masalah terkait beberapa hal yang ingin saya lakukan. Karena petugas kebersihan prestasinya juga luar biasa, kemarin sudah mendapatkan Adipura,” ungkap Wahyu., Kamis (18/7/2024).

Banyak unek-unek yang disampaikan petugas, tetapi yang menjadi prioritas saya adalah kesejahteraan para petugas. Wahyu akan berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, terkait beberapa nantinya yang menjadi hambatan para petugas kebersihan.

“Termasuk tenaga non-ASN di DLH akan diusulkan untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK),” tegas Wahyu.

Menurut Wahyu, dari kuota yang disetujui, sebanyak 3.749 dialokasikan untuk PPPK, sementara 50 kuota lainnya untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Jadi tenaga guru ada sebanyak 592, tenaga kesehatan 64 dan tenaga teknis 3.093,” jelasnya.

Dengan disetujuinya kuota ini, Wahyu mengharapkan petugas kebersihan DLH Kota Malang yang non-ASN dapat mengikuti tes PPPK dan mendapatkan status yang lebih jelas serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sedangkan permintaan beasiswa pendidikan, Wahyu memerintahkan secara langsung Kepala DLH, Noer Rahman Wijaya untuk segera menginventarisasi seluruh petugas kebersihan yang mempunyai anak berprestasi.

“Saya minta pak Kadis LH dan Kadis Pendidikan untuk menginventarisir semua. Jadi, keluhan petugas kebersihan yang mempunyai anak berprestasi dapat segera terfasilitasi,” terang Wahyu.

Tak hanya itu saja, Wahyu juga menampung aspirasi para petugas kebersihan Kota Malang yang ingin masuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Jadi semua petugas kebersihan ini bisa mengikuti tes P3K nantinya.

Sementara itu, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengapresiasi para petugas kebersihan DLH Kota Malang atas prestasi yang telah diraih selama ini.

Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan kebersihan Kota Malang, serta menindaklanjuti instruksi dari Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

“Dari instruksinya Pak Pj, memang DLH termasuk yang diinstruksikan untuk mengawal anggaran perubahan untuk skala prioritas. Salah satunya dengan pengajuan non-ASN ke PPPK nanti,” ujar Rahman, Kamis(18/7/2024).

Rahman menjelaskan saat ini jumlah pegawai di DLH mencapai hampir 1.500 orang, yang terdiri dari sekitar 800 ASN dan lebih dari 600 tenaga non-ASN, termasuk Tenaga Pendukung Operasional Kegiatan (TPOK) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Sekarang totalnya ada 1480-an orang, hampir 1500. 800-an merupakan ASN dan 600 sekian tenaga non-ASN alias TPOK dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Untuk petugas kebersihan yang purna di 2023-2024 ada 70 an orang,” tambahnya.

Menurut Rahman, kebutuhan akan tenaga kebersihan di Kota Malang semakin meningkat, sementara jumlah tenaga kebersihan yang ada terus berkurang.

Makanya teman-teman pramu kebersihan tadi juga menyampaikan untuk ada penambahan petugas teknis di lapangan. Memang kondisinya saat ini untuk tenaga kebersihan di Kota Malang banyak sekali yang berkurang,” tambahnya.

Lebih lanjut, dijelaskannya DLH telah mengajukan kebutuhan ini kepada Sekretaris Daerah Kota Malang untuk mendapatkan tambahan tenaga kebersihan.

“Saat ini, seorang petugas kebersihan harus menangani sekitar 3 kilometer ruas jalan, baik sisi kanan maupun kiri, hanya di ruas jalan arteri, belum termasuk jalan sekunder atau kolektor,” tukasnya

Exit mobile version