Diduga Kelelahan, Kurir Paket Tewas Saat Mengantar Barang

Caption : Tangkapan Layar Postingan akun Twitter @arifnovianto_id

blok-a.com – Ditemukan tewas di halaman rumah warga di Jakarta, kurir paket yang mengenakan seragam oranye tersebut diduga kelelahan saat mencari nafkah.

Kabar duka tersebut diunggah oleh akun Twitter @arifnovianto_id, dalam unggahannya menyantumkan foto seorang kurir paket tergeletak di depan rumah dalam keadaan meningga dunia.

“TURUT berduka, barusan mendapat kabar bahwa ada kawan kurir di Jakarta meninggal saat sedang bekerja mengantar paket. Menurut kawannya, almarhum meninggal karna kelelahan.
Kondisi kerja yg berat & minimnya perlindungan, membuat mereka bekerja dng penuh kerentanan. #RestInPeace,”tulis akun @arifvianto_id.

Dalam postingan yang sama, akun tersebut mengatakan hal serupa juga terjadi pada Driver Ojek Online (Ojol) yang terjadi beberapa bulan yang lalu.

“3 bulan lalu, saya mewawancara driver Gocar & Grabcar yg menyebut dirinya “gembel elit”. Mereka punya mobil, tapi tak ada tempat tinggal, sehingga tidurnya dalam mobil.
Ia bercerita bhwa ada kawannya yg jga “gembel elit” meninggal dalam mobil, persoalannya sama yaitu kelelahan,” tulisnya kembali.

Dirinya juga menyebut, sistem kerja yang dibangun oleh perusahaan terkait, dituding mendorong para driver dan kurir paket bekerja tanpa batasan waktu hingga akhirnya tewas.

“Para kurir/driver, dalam sistem kerja gig, tak ada batasan waktu kerja. Mereka oleh aturan main yg dikembangkan oleh perusahaan, justru didorong untuk bekerja keras sekeras2nya,” ujarnya.

Ditambahkan dengan ciutan yang menyebut gaji tak tak sebanding, membuat para kurir dan driver harus bekerja lebih extra hingga menyebabkan kelelahan.

“Akibat bayaran yg murah, memaksa mereka bekerja lama, bhkan smpai kelelahan,” tambahnya.

https://twitter.com/arifnovianto_id/status/1625810486305656833?s=24

Postingan yang berisikan kabar duka itu pun sontak viral, dengan mendapatkan lebih dari 61 ribu views dan lebih dari 2 ribu retweet serta dipenuhi ratusan komentar warganet yang mengucapkan belasungkawa. Tak sedikit warganet yang pro dan kontra atas cuitan yang di tulis akun @arifvianto_id.

“Pagi tadi juga ada yg meninggal di Pomp Bensin Abdul Muis, Jakarta Pusat,” tulis akun @rz_sikumb***

“Tahun 2019 an. Driver gocar rantau dari semarang ke jakarta untuk kerja seharian dari jam 4 pagi sampai jam 1 malam, kerja hanya 20 hari bisa dapat 14 juta tapi kesehatannya memprihatinkan terlihat dari mobilnya yg berubah jadi tempat tinggal dan banyaknya obat maag di dashbord,” tulis akun @adhabang***

“Jgn salahkan perusahaannya, salahkan orgnya knp mw kerja sampai lebih normal. Btw dokter juga kerja bs smpe 36jam dalam sehari. Bnyk jg yg meninggal saat berkerja krna kelelahan.. Yah intinya stiap perkerjaan ada resikonya.. Kalau ga mau cape ga ush kerja di rumah aja rebahan,” tulis akun @putraamanul****

“Kalo grab gocar kan bisa aktif/non aktif aplikasi kan sesuai kapan pengen narik, maksud gw kenapa ga istirahat dulu aja pulang kerumah daripada tidur di mobil bahkan sampe kelelahan? Maafkan ketidaktahuan ku kalo ada salah kata:(,” tulis akun @sva***.

(ptu)

Exit mobile version