Dinsos Kabupaten Malang Siapkan Bantuan Pangan bagi Warga Terdampak Bencana

Bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang, Dinsos akan beri bantuan (foto: ilustrasi/BPBD)
Bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang, Dinsos akan beri bantuan (foto: ilustrasi/BPBD)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang menyiapkan bantuan pangan untuk warga terdampak bencana selama musim penghujan. Bantuan akan disalurkan berdasarkan hasil pendataan dan asesmen, dengan mempertimbangkan kebutuhan warga serta ketersediaan logistik.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan menyusul sejumlah kejadian bencana akibat hujan yang melanda Kabupaten Malang dalam beberapa hari terakhir. Dinsos memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar dan bantuan sosial kedaruratan bagi warga terdampak banjir, tanah longsor, maupun bencana lainnya.

Kepala Dinsos Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki, mengatakan pihaknya telah menyiapkan dukungan penanganan sesuai tugas dan fungsi instansinya.

“Terkait kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan, Dinas Sosial siap mendukung penanganan warga terdampak bencana sesuai tugas dan fungsi kami, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan bantuan sosial kedaruratan,” kata Pantjaningsih.

Untuk memastikan bantuan dapat segera diberikan, Dinsos berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta perangkat daerah dan unsur terkait lainnya.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD, Tagana, serta perangkat daerah dan unsur terkait lainnya untuk memastikan apabila terjadi bencana, masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Pantjaningsih mengungkapkan, perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak menjadi perhatian utama dalam penanganan pascabencana.

“Prinsipnya, kami berkomitmen hadir memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ungkapnya.

Perencana Muda Dinsos Kabupaten Malang, Fadjar Susilandahu, menjelaskan bantuan sosial diberikan berdasarkan asesmen dan kebutuhan warga di lokasi terdampak. Ketentuan pelayanan sosial mengacu pada pemenuhan kebutuhan pangan selama tujuh hari.

“Kalau Dinsos itu tugasnya pascabencana. Jadi kalau menurut aturan, Peraturan Menteri Sosial (Permensos), kebutuhan pemakanan untuk tujuh hari. Itu aturannya seperti itu,” ujar Fadjar.

Namun, penyaluran bantuan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran dan ketersediaan logistik. Karena itu, Dinsos melakukan verifikasi untuk memastikan bantuan diterima warga yang membutuhkan.

Fadjar menjelaskan, bantuan bencana berbeda dengan bantuan sosial reguler yang menggunakan kriteria kesejahteraan ekonomi. Dalam kondisi darurat, warga yang secara ekonomi tergolong mampu tetap dapat menerima bantuan apabila terdampak dan memiliki kebutuhan mendesak.

“Kalau bencana itu sudah melihat kondisi. Misalkan saya punya duit, tapi posisinya saat kondisi darurat, itu bisa dapat,” jelasnya.

Penerima bantuan tetap melalui pendataan dan asesmen untuk menentukan kebutuhan setiap keluarga. Warga yang merasa tidak membutuhkan bantuan juga dapat menolaknya agar bantuan dialihkan kepada warga lain.

“Boleh, nanti dipindahkan ke yang lain,” tuturnya.

Bantuan yang disiapkan antara lain beras dan bahan pangan lainnya. Jumlah serta jenis bantuan disesuaikan dengan hasil asesmen dan stok yang tersedia.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Malang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim penghujan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan bantuan juga telah diberikan kepada warga terdampak, termasuk kebutuhan penunjang tempat tinggal.

BPBD turut menyiapkan empat pos lapangan di Ngantang, Singosari, Tumpang, dan Poncokusumo. Setiap pos direncanakan diperkuat sekitar 12 personel yang bersiaga selama 24 jam, sehingga total personel yang disiapkan mencapai sekitar 48 orang.

Penempatan pos dilakukan untuk mempercepat respons petugas, mengingat luas wilayah Kabupaten Malang tidak memungkinkan seluruh kejadian ditangani dari pusat pemerintahan di Kecamatan Kepanjen.

“Secara operasional kami sudah siap. Kami sudah berkoordinasi dan dalam waktu dekat akan mengaktifkan empat pos lapang pekan depan,” kata Sadono. (yog).

Exit mobile version