Hari Pertama Uji Coba Jalan Terusan Griya Shanta, Akses Soekarno-Hatta Ditutup Warga

Hari Pertama Uji Coba Jalan Terusan Griya Shanta, Akses Soekarno-Hatta Ditutup Warga
Hari Pertama Uji Coba Jalan Terusan Griya Shanta, Akses Soekarno-Hatta Ditutup Warga (Blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Uji coba fungsional Jalan Terusan Griya Shanta resmi dimulai pada Senin (27/7/2026). Di hari pertama pelaksanaannya, sebagian warga RW 12 menutup total akses masuk dari arah Jalan Soekarno-Hatta. Pengguna jalan yang hendak melintas diarahkan melalui jalur alternatif dari Jalan Candi Panggung atau kawasan Masjid Ramadan.

Jalan Tembus Griya Shanta (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan secara prinsip uji coba berjalan lancar karena Jalan Terusan Griya Shanta dibuka untuk umum. Namun, pihaknya mencatat adanya penutupan akses jalan oleh sebagian warga.

“Pada prinsipnya tidak ada masalah karena sifatnya terbuka, untuk siapa saja bisa masuk. Tapi muncul permasalahan baru, yaitu beberapa masyarakat menutup akses masuk yang merupakan jalan umum,” ujarnya.

Widjaja menegaskan uji coba tetap dilaksanakan sesuai rencana meski akses dari sisi Jalan Soekarno-Hatta ditutup.

“Kalau uji coba terus saja. Tetapi memang ada beberapa masyarakat yang menyampaikan penolakan terhadap penutupan yang dilakukan oleh beberapa warga,” katanya.

Menurut Widjaja, jalan yang telah berstatus fasilitas umum tidak dapat ditutup secara sepihak. Penutupan jalan tanpa izin bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Itu pelanggaran Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Jalan umum tidak boleh dilakukan penutupan. Kalaupun ada penutupan sifatnya sementara dan harus ada izin,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai pemasangan pagar semi permanen dan bambu yang menutup akses jalan, Widjaja menegaskan tindakan tersebut tidak diperbolehkan.

“Wah itu ndak boleh, ndak boleh,” ucapnya.

Meski demikian, Dishub memilih mengedepankan langkah persuasif dengan memberikan pemahaman kepada warga.

“Ya nanti kita tetap lakukan pendekatan terlebih dahulu kepada mereka agar lebih paham. Kita beri pemberitahuan lagi,” katanya.

Pantauan blok-a.com di lokasi, akses masuk Perumahan Griya Shanta dari arah Jalan Soekarno-Hatta ditutup menggunakan pagar semi permanen. Warga juga mendirikan posko di pintu masuk kawasan. Sejumlah bapak-bapak dan ibu-ibu tampak berjaga di lokasi, sementara sebuah ambulans turut disiagakan di sekitar posko.

Sementara itu, Ketua RW 12 Griya Shanta, Jusuf Thojib, mengatakan penutupan akses dilakukan sebagai respons atas pelaksanaan uji coba yang dimulai dari arah Jalan Soekarno-Hatta menuju Jalan Simpang Candi Panggung.

Menurutnya, pelaksanaan uji coba tersebut berbeda dengan surat Satpol PP yang diterbitkan sebelumnya, yang menyebut akses jalan tembus dibuka dari arah Jalan Candi Panggung menuju Jalan Soekarno-Hatta.

“Permintaan Dishub kan mau uji coba dari Jalan Soekarno-Hatta masuk ke Jalan Simpang Candi Panggung. Sementara surat Satpol PP tahun kemarin itu jalan tembus dari Candi Panggung ke Soekarno-Hatta. Mengapa eksekusinya beda?” ujarnya.

Jusuf mengatakan warga masih menempuh sejumlah upaya hukum terkait pembukaan akses jalan tersebut. Gugatan class action disebut masih dalam proses kasasi, sedangkan gugatan terkait AMDAL masih berada pada tahap banding.

“Kita ini negara hukum. Marilah dihormati, pelanggaran atau perbuatan melanggar hukum itu diselesaikan lewat pengadilan,” katanya.

Ia menegaskan warga akan terus menempuh jalur hukum, termasuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Kami tetap akan gugat lagi PTUN, ada gugatan terus sampai kami menang,” tegasnya.

Menurut Jusuf, penutupan akses dari arah Jalan Soekarno-Hatta juga dilakukan untuk menghindari potensi gesekan apabila penutupan dilakukan dari sisi Jalan Candi Panggung. Ia juga mengaku telah menyampaikan laporan kepada aparat penegak hukum terkait pembongkaran akses jalan yang sebelumnya terjadi.

Saat ditanya hingga kapan penutupan akan dilakukan, Jusuf mengatakan akses akan dibuka kembali apabila kondisi pembatas jalan dikembalikan seperti semula.

“Kami akan buka ini kalau dinding sana dikembalikan seperti semula. Tutup, rumah tangga terpisah, biarkan kami hidup 40 tahun di Griya Shanta ini, tidak saling mengganggu,” pungkasnya. (bob)

Exit mobile version