Kota Malang, blok-a.com – Kondisi Jembatan Muharto di Kota Malang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun mengusulkan pembangunan ulang Jembatan Muharto kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto, mengatakan Jembatan Muharto yang berada di sisi barat itu memegang peran strategis sebagai jalur mobilitas warga. Namun, selama bertahun-tahun, jembatan tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, khususnya pada struktur bawah, kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan. Untuk menjamin keselamatan masyarakat, pembangunan ulang menjadi opsi paling rasional,” ujar Dandung.
Ia menjelaskan, penanganan yang dilakukan selama ini masih bersifat sementara dan belum menyentuh persoalan utama pada struktur jembatan. Kondisi tersebut diperparah oleh usia jembatan yang telah melampaui 30 tahun.
Pada 2019, Pemkot Malang sempat melakukan perkuatan konstruksi. Namun, saat itu jembatan hanya diizinkan dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat sempat dilarang melintas.
Dandung menambahkan, meski Jembatan Muharto merupakan aset daerah, keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran membuat Pemkot Malang tidak memungkinkan melakukan pembangunan ulang secara mandiri. Karena itu, dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dinilai sangat diperlukan.
Selain Jembatan Muharto sisi barat ini, kondisi Jembatan Muharto sisi timur yang dibangun pada periode yang sama juga mengalami penurunan kualitas struktur. Namun, fokus utama saat ini diarahkan pada Jembatan Muharto yang dinilai paling strategis dan berisiko.
Dukungan terhadap rencana pembangunan ulang Jembatan Muharto juga datang dari DPRD Kota Malang. Wakil Ketua Komisi C, Dito Arief Nurakhmadi, menilai kondisi jembatan tersebut sudah masuk kategori darurat.
“Risiko keselamatan di Jembatan Muharto cukup tinggi. Penanganannya harus segera dan tidak bisa ditunda,” kata Dito.
Ia menambahkan, persoalan Jembatan Muharto tidak hanya pada struktur yang mengalami korosi, tetapi juga faktor lingkungan sekitar seperti penumpukan sampah yang berdampak pada arus lalu lintas.
“Penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh agar benar-benar memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya. (bob)








