Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) bakal segera memasang jembatan sementara jenis Bailey di kawasan Jembatan Sonokembang. Langkah ini dilakukan menyusul kondisi jembatan utama yang sudah dinilai membahayakan.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto, menjelaskan bahwa jembatan Bailey akan menjadi solusi sementara sebelum jembatan utama diperbaiki total.
“Kita akan memasang jembatan Bailey di sana, secepatnya. Sangat dimungkinkan akhir tahun ini sudah mulai dikerjakan,” ujar Dandung saat dikonfirmasi, Selasa (28/10/2025).
Dandung menegaskan, pemasangan jembatan Bailey ini bukan merupakan perbaikan atau pembangunan jembatan baru, melainkan jembatan sementara yang akan dipasang di sisi timur jembatan utama.
“Itu jembatan sementara Bailey lho ya, bukan pembangunan jembatan baru. Posisinya di sampingnya, sebelah timurnya,” terangnya.
Menurutnya, pengerjaan jembatan Bailey diperkirakan memakan waktu antara 25 hingga 30 hari. Proyek ini akan dikerjakan oleh DPUPRPKP Kota Malang, dengan biaya sewa jembatan Bailey yang saat ini masih dalam tahap perhitungan.
“Anggarannya masih kita hitung, tapi yang jelas nggak sampai Rp1 miliar,” kata Dandung.
Sementara untuk pembangunan jembatan utama, Dandung menyebut pihaknya telah mengusulkan anggaran sebesar Rp5,3 miliar dalam APBD 2026.
“Untuk jembatan utama kita usulkan di anggaran tahun 2026, nilainya sekitar Rp5,3 miliar. Nanti dibongkar total dan dibangun ulang,” jelasnya.
Menanggapi soal adanya jembatan bambu yang dibuat warga di lokasi, Dandung menegaskan bahwa struktur tersebut bukan jembatan sesungguhnya, melainkan hanya lapisan bambu di atas permukaan jalan yang rusak.
“Itu bukan jembatan, hanya bambu yang dilapisi di atas aspal. Saya sudah sampaikan ke warga, kami tidak melarang tapi juga tidak merekomendasikan karena kondisi jembatan aslinya memang sangat mengkhawatirkan,” pungkasnya.
Dengan pemasangan jembatan Bailey ini, Pemkot Malang berharap akses warga di kawasan Sonokembang bisa kembali aman dan lancar, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen pada tahun depan. (bob)




