Kesaksian Penjaga Toilet Waktu Petasan Meladak saat Malam Lailatul Qadar

Kekhusyukan Malam Lailatul Qadar Terganggu Gegara Petasan di Alun-Alun Merdeka, Warga Khawatir Kendaraanya
Kekhusyukan Malam Lailatul Qadar Terganggu Gegara Petasan di Alun-Alun Merdeka, Warga Khawatir Kendaraanya

Kota Malang, Blok-a.com – Salat malam Lailatul Qadar di sekitar Masjid Agung Jami Malang Jumat (5/4/2024) dini hari berlangsung ricuh. Sebab jemaah yang berada di Alun-Alun Merdeka Malang depan masjid terganggu oleh petasan.

Diduga sekelompok pemuda sengaja melempar petasan dan menganggu jemaah yang sedang ibadah salat malam Lailatul Qadar baik di dalam masjid maupun di alun-alun yang terletak di Jalan Merdeka Kota Malang dini hari tadi.

Karena terganggu, para jemaah lalu dikabarkan mengamankan sekelompok pemuda itu.

Salah satu saksi Qomariyah menjelaskan, memang pada dini hari tadi cukup ramai dan riuh akibat petasan tersebut. Penjaga toilet di sisi barat Alun-alun Merdeka Malang ini menyebut, memang suara petasan tersebut keras.

Bahkan dia menyebut suara petasan tersebut lebih keras daripada bisanya anak-anak bermain petasan di alun-alun.

“Kalau ada yang kena (mercon) atau tidak, saya belum dengar. Tapi semalam (jumat dini hari) memang keras sekali suaranya, lebih keras dari biasanya,” tuturnya.

Tampak air mancur di Alun-alun Merdeka Malang yang jadi tempat petasan saat malam lailatul qadar, Jumat (5/4/2024) (blok-a/Satria Akbar Sigit)
Tampak air mancur di Alun-alun Merdeka Malang yang jadi tempat petasan saat malam lailatul qadar, Jumat (5/4/2024) (blok-a/Satria Akbar Sigit)


Qomariyah menyebut, memang sejak awal Ramadan kali ini hampir setiap hari Alun-alun Merdeka Malang digunakan sebagai tempat bermain petasan oleh sekelompok anak muda.

Dia menyebut bahwa, anak-anak muda bermain petasan saat jam-jam tarawih. Bahkan, petasan tersebut dinyalakan saat jemaah sedang salat berjamaah tarawih di Masjid Agung Jami.

“Biasanya itu pas jam-jam tarawih, ya pas orang-orang sholat itu dinyalakan merconnya. Sebelum tarawih damai, sepi, tapi pas tarawih langsung anak-anak muda seperti kesetanan menyalakan mercon. Memang mau ‘njarak’ mereka,” terangnya.

Dari keterangannya, yang biasanya bermain mercon adalah anak-anak muda usia SD hingga SMA yang jumlahnya sekitar tiga puluh orang.

“Ndak Cuma sepuluh-dua puluh, lebih itu tiga puluh. Nggak tahu mereka itu kok bisa hampir setiap hari kumpul lalu mainan mercon itu siapa yang ngajak,” katanya.

Qomariyah mengaku sempat bertanya kepada warga sekitar apakah mengenal anak-anak itu, namun warga sekitar mengaku bahwa para pemuda itu bukanlah kerabat atau tetangga mereka.

“Kata orang-orang kampung itu mereka anak-anak jauh, kurang tahu kalau dari mananya,” tuturnya.

Petasan di Alun-Alun Merdeka Malang saat Malam Lailatul Qadar, Ini Kata Polisi
Suasana Alun-alun Merdeka Malang (blok-a/Satria Akbar Sigit)

Perilaku meresahkan ini semakin menjadi saat memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Qomariyah mengatakan, seperti kasus yang terjadi pada Jumat dini hari, mercon yang dinyalakan pada saat shalat malam lebih besar dan keras daripada yang diledakkan saat shalat tarawih.

“Bunyinya sampai bukan dor dor dor lagi, tapi bleng bleng bleng. Saya kan kagetan ya, kalau dengar yang besar-besar itu jadi tidak khusyuk shalat saya,” ujarnya menirukan suara mercon. (art/bob)