Laga Arema vs Persebaya Belum Direkomendasikan Digelar di Kanjuruhan

Bupati Malang HM. Sanusi memutuskan mengganti agenda perayaan malam tahun baru yang biasanya dirangkai dengan pesta kembang api
Pemkab Malang akan gelar doa bersama di Stadion Kanjuruhan saat perayaan malam tahun baru 2026 (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Forkopimda Kabupaten Malang merekomendasikan laga Arema FC melawan Persebaya tidak digelar di Stadion Kanjuruhan pada tahun 2026 ini. Rekomendasi tersebut muncul dalam rapat koordinasi yang membahas kesiapan pengamanan dua pertandingan Arema FC melawan Persis Solo dan Persebaya yang digelar di Aula Mapolres Malang pada Rabu (15/4/2026).

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, rapat tersebut melibatkan berbagai unsur mulai dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga Forkopimcam untuk menyerap masukan terkait potensi kerawanan pertandingan.

“Polres Malang mengundang unsur Forkopimda dan juga tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimcam untuk menampung dan mendiskusikan rencana pertandingan Arema FC melawan Persis Solo dan Persebaya,” ujarnya.

Dari hasil rapat, seluruh peserta sepakat  stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Malang harus tetap dijaga, mengingat banyak program strategis nasional yang sedang berjalan di wilayah tersebut.

“Stabilitas kamtibmas ini harus dipertahankan. Tidak boleh ada gangguan yang kemudian justru mengganggu program pembangunan yang sedang berjalan,” tambahnya.

Selain itu, persoalan trauma sosial dan psikologis pasca tragedi Kanjuruhan juga dinilai masih menjadi faktor penting yang perlu ditangani secara berkelanjutan sebelum pertandingan berisiko tinggi digelar kembali di stadion tersebut.

“Upaya mengatasi trauma sosial dan psikologis ini harus terus dilakukan, tidak bisa dalam waktu singkat,” bebernya.

Berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk potensi penolakan dari keluarga korban, mahasiswa, hingga kelompok suporter, serta tingginya provokasi di media sosial, forum rapat menilai Kanjuruhan belum siap menjadi venue laga berisiko tinggi.

“Diskusi kita sampai pada titik sepertinya belum siap untuk kemudian pertandingan ini diselenggarakan di Kanjuruhan,” ungkapnya.

Di sisi lain, untuk laga melawan Persis Solo pada 18 April, Polres Malang telah menerbitkan rekomendasi karena dinilai berisiko menengah. Pertandingan tetap digelar di Stadion Kanjuruhan dengan skema pengamanan ketat, termasuk penyekatan suporter tamu.

“Untuk Persis Solo, rekomendasi sudah terbit. Fokusnya adalah mencegah suporter tamu hadir dengan penyekatan di perbatasan provinsi dan kabupaten,” katanya.

Sementara itu, untuk pertandingan melawan Persebaya pada 28 April, hingga kini belum ada rekomendasi resmi. Polres Malang masih akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk menentukan lokasi alternatif pertandingan.

“Untuk Persebaya, kami belum menerbitkan rekomendasi dan saran dari rapat sebaiknya tahun ini jangan dulu di Kanjuruhan,” ujarnya.

Ia memastikan jadwal pertandingan tidak akan berubah, namun lokasi laga kemungkinan akan dipindah.

“Kalau mundur tidak, karena waktunya sudah ditetapkan. Yang menjadi pembahasan adalah tempatnya,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version