Kota Malang, blok-a.com – Lahan sempit di area brandgang sisi selatan Lapas Kelas I Malang dimanfaatkan untuk budidaya pertanian. Dari lahan sekitar 300 meter persegi tersebut, warga binaan berhasil memanen perdana sekitar 4 kuintal jagung manis.
Kepala Lapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar mengatakan sebanyak 26 warga binaan terlibat dalam program pembinaan kemandirian bidang pertanian tersebut. Mereka mengikuti seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen.
“Panen perdana ini menghasilkan sekitar 4 kuintal jagung. Target kami secara bertahap bisa mencapai 1 ton,” ujar Christo.
Komoditas yang dibudidayakan merupakan jagung manis varietas Talenta atau jagung hibrida F1. Budidaya tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Lapas Malang dalam memanfaatkan area brandgang untuk tanaman jagung.
Christo menambahkan, hasil panen perdana tersebut menjadi bukti lahan terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara produktif.
“Yang paling penting, warga binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan,” tambahnya.
Dari hasil panen perdana itu, Lapas Malang menargetkan produksi secara bertahap dapat mencapai 1 ton. Hasil jagung selanjutnya disalurkan melalui koperasi dan pemborong untuk dipasarkan.
Sebagian hasil panen juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Malang. Sementara hasil penjualan dikelola sesuai mekanisme yang berlaku. Termasuk pemberian premi kepada warga binaan yang terlibat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Salah satu warga binaan, BS, mengaku bersyukur dapat mengikuti proses budidaya hingga panen perdana. Ia mengaku bangga karena hasil penanaman warga binaan lainnya mampu menembus pasar di luar lapas.
“Alhamdulillah, kami berhasil panen dan hasilnya cukup memuaskan. Yang membuat kami semakin senang, hasil panen ini bisa dipasarkan ke luar Lapas. Semoga ke depan hasilnya semakin baik dan kami bisa terus belajar mengembangkan pertanian,” tuturnya.
Pemanfaatan lahan brandgang tersebut merupakan bagian dari program Asimilasi dan Edukasi melalui pembinaan kemandirian bidang pertanian.
Selain menghasilkan komoditas, program ini diarahkan untuk memberikan pengalaman kerja dan keterampilan bertani kepada warga binaan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. (yog)








