Kota Malang, blok-a.com – Arus lalu lintas di wilayah Malang Raya diprediksi mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, pergerakan manusia secara nasional diperkirakan meningkat hingga 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan peningkatan untuk Malang Raya sendiri diperkirakan mencapai sekitar 2,71 persen.
Ia menerangkan, peningkatan tersebut berimplikasi langsung pada volume kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Malang Raya, termasuk Kota Malang yang menjadi tujuan sekaligus jalur lintasan wisata.
“Kalau berdasarkan survei dari Kementerian Perhubungan, pergerakan manusia tahun 2025 ini naik menjadi 7 persen, atau sekitar 119,5 juta orang. Untuk Malang Raya sendiri diperkirakan naik sekitar 2,71 persen,” ujar Widjaja, Sabtu (20/12/2025).
Ia menjelaskan, Kota Malang memiliki posisi strategis dalam arus mobilitas Nataru. Selain menjadi destinasi, Kota Malang juga menjadi jalur alternatif menuju Kota Batu maupun kawasan wisata lain di Malang Raya.
“Kalau ke Kota Batu sudah penuh, biasanya dialihkan lewat tol, masuk Pakis atau Madyopuro. Jadi Kota Malang ini bisa menjadi tujuan sekaligus lintasan,” jelasnya.
Berdasarkan data Dishub Kota Malang, pada masa Natal 2024 tercatat kendaraan roda dua yang masuk mencapai 524.044 unit dan roda empat sebanyak 183.056 unit.
Angka ini diproyeksikan meningkat pada Natal 2025, dengan prediksi kendaraan roda dua mencapai 538.246 unit dan roda empat sebanyak 188.017 unit.
Sementara itu, pada periode Tahun Baru 2026, kendaraan roda dua yang masuk Kota Malang diprediksi mencapai 419.433 unit, sedangkan roda empat sebanyak 162.148 unit. Angka tersebut diprediksi meningkat mengingat pada 2025 lalu untuk kendaraan roda dua mencapai 408.366 unit, sedangkan roda empat mencapai 157.870 unit.
Pria yang akrab disapa Jaya ini mengungkapkan, sejumlah titik rawan kepadatan telah dipetakan. Di antaranya kawasan Jalan Ahmad Yani, koridor Soekarno-Hatta, Borobudur hingga kawasan Universitas Brawijaya, serta akses masuk dari arah Madyopuro.
“Kalau terjadi kepadatan signifikan, tentu akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Tapi sifatnya insidental dan sementara, dipimpin langsung oleh kepolisian,” bebernya.
Dishub Kota Malang, lanjutnya, telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menempatkan pos pantau dan pos pelayanan di titik-titik strategis. Selain itu, pemantauan lalu lintas juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi.
“Kita gunakan ATCS dan CCTV untuk memantau pergerakan kendaraan. Dari situ, kalau memang diperlukan tindakan pengaturan tambahan, bisa langsung dilakukan,” pungkasnya. (yog/lio)








