Demo May Day Kota Malang, Buruh-Rakyat Bersatu Suarakan UU Cipta Kerja dan Keadilan HAM

Aksi Massa saat Demo May Day 2026 di Kota Malang (foto: Blok-a.com / M Berril Labiq)
Aksi Massa saat Demo May Day 2026 di Kota Malang (foto: Blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, Blok-a.com – Ribuan massa aksi memadati jalanan utama Kota Malang dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5/2026). Gelombang kedua aksi yang digelar Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu (ARBB) ini menjadi lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang digelar Serikat Pekerja Buruh Indonesia (SPBI) di pagi hari.

Sejak sekitar pukul 14.00 WIB, massa gelombang kedua mulai bergerak longmarch dari kawasan Kayutangan menuju Gedung DPRD Kota Malang yang akhirnya menjadi lokasi pusat aksi. Mereka membawa berbagai atribut aksi, mulai dari bendera serikat pekerja, spanduk dan poster-poster tuntutan.

Beberapa poster yang mencolok di antaranya bertuliskan “Bos Butuh Kamu, Kamu Tidak Butuh Bos”, “Turunkan Harga! Naikkan Upah!”, hingga “Buruh dan Rakyat Bersatu Lawan Imperialisme & Militerisme”.

Koordinator Lapangan ARBB, Zaki mengatakan bahwa aliansinya membawa total 14 poin tuntutan yang mencakup isu buruh hingga hak asasi manusia.

Menurutnya, tuntutan utama tetap berfokus pada persoalan buruh, terutama penolakan terhadap Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja.

“Yang paling di-highlight itu isu keburuhan, bagaimana menjamin kesetaraan dan keadilan bagi teman-teman buruh,” ujar Zaki saat ditemui di lokasi aksi.

ARBB juga mendorong sistem upah layak nasional, penghapusan outsourcing, serta perlindungan hak reproduksi perempuan, termasuk jaminan cuti haid, hamil, dan melahirkan. Perlindungan bagi pekerja disabilitas hingga akses pendidikan dan kesehatan gratis juga masuk dalam daftar tuntutan.

Selain itu, ARBB turut mengangkat isu yang lebih luas. Di antaranya mendesak militer untuk kembali ke barak, pembebasan tahanan politik, pengusutan pelanggaran HAM, hingga penghentian operasi militer di Papua.

“Kami juga menolak proyek strategis nasional (PSN) yang merusak ruang hidup masyarakat, serta mendorong perdamaian dunia dan menghentikan agresi militer,” imbuhnya.

Zaki menyebut, meski aliansi ini tergolong baru, ARBB merupakan gabungan dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, buruh, hingga masyarakat sipil.

“Aliansinya satu, tapi terdiri dari berbagai organ. Semua sepakat turun ke jalan hari ini,” tambahnya.

Selain orasi, massa juga menampilkan pertunjukan seni dan musik sebagai media penyampaian aspirasi.

“Kita ingin penyampaian aspirasi tidak monoton. Selain orasi, bisa juga lewat musik dan kolektif jalanan,” jelas Zaki.

Dikatakan Zaki, ARBB memiliki komitmen untuk terus mengawal tuntutan yang disuarakan, meski belum memiliki timeline konkret dalam waktu dekat.

“Aliansi ini masih baru, tapi komitmen kami jelas, akan terus melawan dan mendobrak agar tuntutan ini bisa didengar dan direalisasikan,” tegasnya.

Di sisi lain, Zaki juga menyoroti dinamika gerakan buruh secara nasional. Ia menilai adanya keterlibatan sebagian aktivis buruh dalam pemerintahan sebagai bentuk kemunduran perjuangan.

“Bagi saya itu bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan serikat buruh,” katanya.

Aksi May Day 2026 di Kota Malang mendapat pengawalan dari Satpol PP dan aparat kepolisian. Sejumlah petugas tampak berjaga di sekitar lokasi guna memastikan kegiatan berjalan kondusif.

Hingga berita ini ditulis, situasi terpantau aman dan tertib. Massa menyampaikan aspirasi secara damai sebagai bagian dari perjuangan menyuarakan hak-hak pekerja. (ber/ova)

Exit mobile version