Mengulas Titik Banjir di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang dan Penyebabnya (1)

Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang yang akan dibangun saluran drainase (blok-a/Satria)
Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang yang akan dibangun saluran drainase. (blok-a/Satria)

Kota Malang, blok-a.com – Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang terkenal akan distrik bisnisnya. Namun tak hanya itu, banjir juga kerap menjadi langganan di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang.

Dari informasi yang dihimpun blok-a.com, terdapat tiga titik banjir yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta Kota malang di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang saat hujan tiba.

Pertama ialah di daerah depan Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB). Di sana kerap kali terjadi genangan air yang tak jarang membuat lalu lintas terganggu. Biasanya genangan air setinggi ban motor.

Kedua di belakang gerai Pizza Hut Jalan Soekarno-Hatta  atau berada di Jalan Cokelat. Ketiga, berada di depan apartemen Soekarno-Hatta hingga jembatan.

Salah satu warga, Sugiyono yang sudah hidup di daerah sekitar Jalan Soekarno-Hatta sejak 1990an menerangkan bahwa banjir sudah terjadi sejak ia hidup di sana. “Kalau sepanjang Jalan Soekarno-Hatta ini dulu kan bekas lahan kosong atau sawah-sawah. Dari tahun 90an memang ada titik banjir, tapi yang baru itu ya memang di depan RSUB,” tuturnya.

Analis Sumber Daya Air DPUPRPKP Kota Malang Yocky Agus Firmanda menerangkan bahwa banjir yang biasa muncul di wilayah depan RSUB disebabkan oleh genangan air tidak bisa masuk ke saluran drainase.

Karena, jalur air untuk masuk ke drainase terhalang bangunan-bangunan. Contohnya seperti taman-taman depan bangunan yang berjejer di utara RSUB. Selain itu juga ada akses jalan yang dibangun di atas saluran drainase.

Oleh karena itu, ketika hujan, air terkumpul dan terjadilah banjir di jalan.

“Beberapa rumah-rumah itu jadi masalah,” terang Yocky.

Yocky juga menegaskan genangan air di depan RSUB terjadi karena pembatas jalan yang menutupi aliran masuk air ke drainase. Alhasil, volume air harus lebih tinggi untuk masuk ke drainase. “Jadi air harus ‘melompat’ pembatas jalan dulu untuk masuk ke drainase,” tuturnya.

Sementara alasan banjir terjadi di belakang Gerai Pizza Hut Soekarno-Hatta Kota Malang masih berkaitan dengan genangan air yang ada di RSUB. Minimnya akses masuk air ke saluran drainase dari arah utara menyebabkan penumpukan air di belakang Gerai Pizza Hut Soekarno-Hatta.

Tak hanya itu, aliran genangan air dari Jalan Pisang Kipas juga cukup besar. Oleh karena itu, penumpukan genangan air terjadi di jalan yang cekung tersebut. Banjir di sini lebih tinggi dari banjir di depan RSUB. Tinggi genangan air di belakang Pizza Hut itu biasanya hingga setinggi ban sepeda motor.

“Di Jalan Cokelat (Belakang Gerai Pizza Hut) saluran drainasenya tidak mampu menampung volume air yang datang dari dua arah itu,”kata Yocky.

Sementara itu, di depan Apartement Soekarno-Hatta hingga di bibir jembatan, juga kerap menjadi salah satu titik banjir karena mampetnya avour atau saluran buangan air ke sungai. Yocky menerangkan, avour di sana kerap mampet karena adanya sedimen di saluran pipa itu.

“Itu kan avournya hanya pipa yang di pinggir jembatan itu. Pipa avournya hanya seukuran 2 atau 3 dim, itu terbentuknya titik baru itu sepertinya karena pipanya tersumbat sedimen,” tutur Yocky.

Karena tersumbatnya avour, akhirnya air yang datang dari drainase meluber ke jalan hingga ke jembatan. (mg3/bob)

Exit mobile version