Kota Malang, blok-a.com – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong komunitas ekonomi kreatif (ekraf), UMKM, hingga olahraga di Kota Malang bertransformasi menjadi koperasi. Langkah tersebut dinilai dapat memperbesar skala usaha sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang.
Dorongan itu disampaikan Ferry saat menghadiri pembukaan Festival Voice ke-11 di Kota Malang. Ia melihat potensi ekonomi kreatif di Kota Malang cukup besar, terlebih kota ini telah ditetapkan UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia.
“Kami menyampaikan tentang perlunya kolaborasi dan sinergi antara ekonomi kreatif, UMKM, kemudian olahraga dengan koperasi. Kami mendorong supaya komunitas-komunitas yang terbentuk dari kegiatan ekonomi kreatif, UMKM, atau olahraga itu sebenarnya bisa bertransformasi menjadi koperasi,” kata Ferry.
Menurut Ferry, koperasi dapat menjadi badan usaha yang memungkinkan komunitas memperluas skala kegiatan dan bisnis. Tidak hanya ekonomi kreatif dan UMKM, konsep tersebut juga dapat diterapkan pada komunitas olahraga maupun budaya.
“Koperasi ini badan usaha yang memungkinkan skala kegiatan mereka, baik di ekonomi kreatif, UMKM, dan juga olahraga, bahkan juga budaya, itu bisa kita tingkatkan,” ujarnya.
Ferry mengatakan Kementerian Koperasi siap memberikan pendampingan kepada koperasi yang terbentuk dari komunitas tersebut. Pendampingan dapat dilakukan melalui inkubasi hingga dukungan pembiayaan.
“Setelah jadi koperasi, tugas kami di Kementerian Koperasi akan mendampingi, menginkubasi, bahkan membiayai koperasi-koperasi tersebut,” jelasnya.
Ia berharap Kota Malang dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang mengintegrasikan koperasi, UMKM, ekonomi kreatif, olahraga, dan sektor budaya.
“Kami ingin sekali supaya di Kota Malang ini bisa jadi economic creative hub yang betul-betul bagaimana kolaborasi antara koperasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan olahraga itu bisa bersatu. Menjadikan ini kekuatan ekonomi yang baru yang tumbuh dari Kota Malang,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut gagasan tersebut. Menurutnya, kehadiran Menteri Koperasi menjadi momentum untuk memperkuat integrasi antara UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi di Kota Malang.
“Pak Menteri Koperasi hadir karena mengapresiasi Kota Malang yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia. Beliau ingin memadukan dan mengintegrasikan ekonomi kreatif, UMKM, dan koperasi menjadi satu kegiatan di Kota Malang yang tidak terpisahkan karena semuanya saling terkait,” ujar Wahyu.
Wahyu mengatakan Pemkot Malang akan mengumpulkan para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut mengenai pembentukan koperasi. Kementerian Koperasi nantinya akan dilibatkan untuk memberikan gambaran mengenai konsep dan mekanisme koperasi bagi komunitas.
“Kami akan kumpulkan, nanti akan ada narasumber dari Kementerian Koperasi untuk memberikan gambarannya seperti apa,” katanya.
Wahyu juga membuka peluang Malang Creative Center (MCC) menjadi salah satu ruang pengembangan koperasi berbasis ekonomi kreatif. Menurutnya, MCC dapat menjadi tempat untuk mempertemukan dan memperkuat ekosistem UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi.
“Mestinya karena MCC ini untuk pelaku ekonomi kreatif, kita akan beri ruang. Tadi disarankan oleh Pak Menteri Koperasi dan didukung serta diapresiasi. Dengan adanya MCC bisa menjadi satu tempat untuk mempersatukan,” jelasnya.
Menurut Wahyu, integrasi tersebut diharapkan dapat menjadi kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Malang.
“UMKM dan ekonomi kreatif sudah, nanti tinggal koperasi ini akan jadi satu kekuatan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang ada di Kota Malang,” pungkasnya. (yog)




