Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang akan segera membenahi dan memperbaiki taman di area Alun-alun Tugu Kota Malang yang rusak, imbas dari Demo “Kawal Putusan MK” pada hari Jum’at (23/8/2024) dan juga banyaknya penonton yang menggelar tikar di area taman ketika Festival Malang Flower Carnival (MFC) yanv dilaksanakan pada hari Minggu (25/8/2024).
Diketahui, beberapa area taman Tugu Kota Malang mengalami kerusakan dan diperlukan perbaikan sesudah dua insiden ini terjadi.
Dinas Lingkungan (DLH) Kota Malang, melalui Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH), Laode KB Alfitra menjelaskan untuk saat ini pihaknya akan fokus untuk mengidentifikasi, menginvetarisasi bagian mana saja yang mengalami kerusakan.
“Untuk saat ini, kita (DLH) akan melakukan identifikasi kerusakan fasilitas taman serta kebutuhan penyulaman,” kata Laode.

Dengan melakukan identifikasi dan observasi, nantinya DLH Kota Malang akan segera memperbaiki kerusakan-kerusakan dan nantinya Alun-alun Tugu akan kembali indah dan bisa dinikmati oleh masyarakat khususnya Kota Malang.
“Segera dilakukan perbaikan, namun untuk saat ini masih menunggu hasil dari identifikasi dan observasi dari tim,” terangnya.
Setelah itu, pihaknya juga akan segera melakukan observasi dan kajian-kajian terkait bagaimana mengantisipasi dengan tujuan untuk meminimalisir kerusakan-kerusakan jika ada kegiatan insidentil seperti adanya demonstrasi.
“Kita sedang bekerja keras untuk bagaimana kedepannya hal-hal seperti ini bisa diantisipasi. Sebisa mungkin meminimalisir kerusakan,” jelasnya.
Terkait dengan berapa kerugian akibat dari rusaknya area Alun-alun Tugu ini, Laode menjelaskan untuk saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi terkait berapa biaya yang nantinya dibutuhkan untuk perbaikan.
“Besar biayanya masih belum bisa diketahui, karena masih melakukan identifikasi dan observasi untuk melihat berapa persen kerusakan dan mana yang harus diperbaiki,” jelasnya.
Apalagi, fungsi dari Alun-alun Tugu Malang sebagai tempat untuk masyarakat bisa berfoto dan bersantai bersama keluarga.
“Alun-alun Tugu difungsikan untuk bisa dinikmati masyarakat, jika rusak kan gak enak dipandang. Apalagi berada tepat di depan Balaikota Malang,” terangnya.
Laode berharap, kesadaran diri masyarakat Kota Malang untuk ditingkatkan kembali untuk peduli dan tidak merusak fasilitas-fasilitas yang sudah disediakan. Dengan ikut menjaga, RTH yang sudah dibangun dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat khususnya Kota Malang. (mg1/bob)




