Muson Timur Menguat, Kecepatan Angin di Malang Raya Tembus 31 Km/Jam

Muson Timur Menguat, Kecepatan Angin di Malang Raya Tembus 31 Km/Jam
Penjelasan BMKG Karangploso soal angin kencang (dok. blok-a.com)

Malang, blok-a.com – Hembusan angin yang terasa lebih kencang di Malang Raya dan sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir dipastikan merupakan dampak menguatnya angin muson timur yang identik dengan musim kemarau.

Hal itu disampaikan oleh Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Linda Fitrotul. Ia mengatakan peningkatan kecepatan angin mulai terpantau sejak pekan lalu dan mencapai intensitas yang lebih tinggi sejak Kamis (24/7/2026) kemarin.

“Beberapa hari terakhir angin terasa lebih kencang karena angin muson timur sedang menguat saat kemarau,” kata Linda saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, kecepatan angin yang sebelumnya berkisar 20 kilometer per jam atau sekitar 11 knot meningkat hingga mencapai 31 kilometer per jam di wilayah Karangploso pada siang hari.

“Kalau beberapa hari lalu, kecepatan angin sekitar 20 km/jam atau 11 knot. Tetapi pada Kamis kemarin anginnya lebih kencang hingga 31 km/jam dan terjadi di wilayah kami di Karangploso,” bebernya.

Linda menjelaskan, fenomena tersebut dipengaruhi pergerakan massa udara kering dari Benua Australia menuju Indonesia selama musim kemarau. Saat angin muson timur menguat, kecepatan angin di berbagai daerah, termasuk Malang Raya, ikut meningkat sehingga hembusannya terasa lebih kuat dibandingkan hari-hari biasa.

Selain faktor muson timur, BMKG juga mencermati potensi pengaruh fenomena iklim global seperti El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang dapat memperkuat karakter musim kemarau di Indonesia.

“Dampaknya antara lain cuaca cenderung lebih kering, angin lebih kencang, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rentan,” tambah Linda.

BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi dampak angin kencang, seperti pohon tumbang, baliho roboh, hingga kerusakan atap rumah yang tidak terpasang dengan kuat.

Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di kawasan yang banyak terdapat pepohonan besar maupun papan reklame.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, baliho atau atap yang kurang kokoh akibat angin kencang, serta menghindari pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran selama musim kemarau,” pungkas Linda. (yog/bob)

Exit mobile version