Pasar Murah Lebaran Digelar di Kabupaten Malang, Sediakan 4 Ton Beras SPHP

Bupati Malang, HM Sanusi saat membuka gelaran pasar murah di Pasar Sumedang Kabupaten Malang (istimewa)
Bupati Malang, HM Sanusi saat membuka gelaran pasar murah di Pasar Sumedang Kabupaten Malang (foto: istimewa)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Malang menggelar Pasar Murah Lebaran untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Astri Lutfiyatunnisa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Jatim, serta sejumlah distributor dan pelaku usaha.

“Pasar murah ini kami selenggarakan bekerja sama dengan Bank Jatim serta didukung beberapa distributor seperti PG Kebonagung, PG Krebet, PPI, Alfamart, Indomaret, serta pelaku IKM Kabupaten Malang,” ujar Astri.

Selain itu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga turut terlibat dalam kegiatan tersebut, seperti Bapenda dengan program Jempol Mase dan Bapenda Menyapa, serta dukungan dari Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, dan Dinas Peternakan.

Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai bahan pokok dengan harga lebih rendah dari harga pasaran. Beberapa komoditas yang disediakan antara lain gula, beras, dan minyak goreng.

“Untuk harga sembako yang dijual di antaranya gula Rp16.500 per kilogram, beras SPHP sekitar Rp55 ribu sampai Rp56 ribu per kemasan, dan minyak goreng sekitar Rp15.700,” jelasnya.

Disperindag juga menyediakan stok bahan pokok dalam jumlah cukup besar. Di antaranya 4 ton beras SPHP, 1.000 liter minyak goreng, dan 2 ton gula. Selain itu, Alfamart dan Indomaret juga menyediakan paket sembako murah khusus Lebaran.

Astri menyebut kegiatan pasar murah digelar selama lima hari, yang sebelumnya dilaksanakan di Pakisaji selama tiga hari dan dilanjutkan di Pasar Sumedang selama dua hari.

“Melalui kegiatan ini kami berharap bisa membantu masyarakat karena kebutuhan menjelang Lebaran biasanya meningkat. Dengan pasar murah ini setidaknya dapat menyeimbangkan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Untuk mendukung transaksi masyarakat, panitia juga menyiapkan sekitar 3.000 kupon potongan harga, yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mendapatkan diskon sebesar Rp10 ribu per produk.

“Kami menyediakan sekitar 2.000 kupon untuk kegiatan di sini dan sebelumnya 1.000 kupon saat di Pakisaji. Pembagiannya untuk masyarakat umum, selama kupon masih ada masyarakat bisa langsung datang dan berbelanja,” ujarnya.

Selain bahan pokok, pasar murah tersebut juga menghadirkan sekitar 60 stan yang diisi oleh pelaku industri kecil menengah (IKM) dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang.

Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi mengatakan pasar murah rutin digelar setiap tahun sebagai upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat sekaligus menekan laju inflasi.

“Setiap tahun kita lakukan pasar murah ini untuk memberikan kemudahan masyarakat berbelanja dengan harga diskon sekaligus untuk mengendalikan inflasi,” kata Sanusi.

Ia menambahkan, kondisi inflasi di Kabupaten Malang saat ini masih tergolong stabil di kisaran tiga persen.

“Inflasi di Kabupaten Malang masih sekitar tiga koma sekian persen, masih bagus dan masih dalam kondisi normal,” pungkasnya. (yog/ova)

Exit mobile version