Kota Malang, blok-a.com – Kasus dugaan penolakan pasien kritis oleh RS Hermina hingga berujung meninggalnya korban, mengundang respons Pemkot Malang.
Pj Wali Kota Malang Ir. Wahyu Hidayat bahkan turut bertakziah ke rumah duka korban yang merupakan anggota linmas Kelurahan Bareng bernama Wahyu Widianto (62).
“Kami ikut berbela sungkawa atas meninggalnya anggota linmas Kelurahan Bareng. Karena beliau ikut berperan dalam pengamanan pesta demokrasi,” kata Wahyu di rumah duka Jalan Bareng Temen, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Rabu (13/3/2024).
Wahyu mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya perihal dugaan penolakan pasien oleh RS Hermina kepada pihak keluarga Wahyu Widianto.
Pj Wali Kota Malang juga menyatakan siap mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Terkait permasalahan dengan pihak RS Hermina, pihak keluarga sudah menerimanya atas meninggal dunianya pak Wahyu Widianto. Terkait masalah ini sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota, kami akan mengikuti proses perkembangan ini,” imbuhnya.
“Mudah-mudahan ada solusi, kasihan juga almarhum ini kalau masalah ini terus berlarut-larut, dan pihak keluarga sudah mengikhlaskan,” sambungnya.
Saat ditanya awak media terkait pemanggilan pihak RS Hermina oleh Pemkot Kota Malang, Wahyu menuturkan akan menunggu proses penyelidikan pihak kepolisian.
“Kan sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota jadi kita tunggu hasilnya. Kalau tidak hasilnya baru kita adakan pemanggilan,” jelasnya.
Sementara, salah satu perwakilan pihak keluarga, Dony menyampaikan terima kasih atas kedatangan dan kepedulian Pj Wali Kota Malang.
‘”Terkait permasalahan dengan RS Hermina, pihak keluarga akan menempuh jalur kekeluargaan saja,” pungkasnya.
Sebelumnya, korban yang sedang kritis dibawa ke RS Hermina berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya menggunakan becak motor (bentor).
Tetangga yang mengantar korban saat itu menjelaskan, setibanya di RS Hermina, korban ditolak dengan alasan bed penuh.
Sempat terjadi perdebatan, pihak keluarga meminta untuk pengecekan kondisi pasien. Namun, pihak RS Hermina yang terletak di jalan Tangkuban Perahu Kelurahan Kauman ini mengatakan bahwa harus ada alat untuk melakukan pengecekan.
RS Hermina pun menyarankan agar korban dibawa ke rumah sakit umum. Namun, RS Hermina tidak bisa membantu menyediakan ambulans.
Kebetulan, saat itu ada ambulans milik relawan yang tengah mengantar korban kecelakaan. Akhirnya Wahyu dibawa menggunakan ambulans tersebut ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Namun sesampainya di sana, korban dinyatakan meninggal dunia.
Tanggapan RS Hermina
Saat dikonfirmasi, Wakil Direktur RS Hermina Malang, Yuliningsih menampik tudingan bahwa RS Hermina menolak seorang pasien.
Namun ia membenarkan jika tempat tidur atau bed mereka telah penuh pada Senin (11/3/2024) pukul 18.30 WIB. Sehingga tidak bisa menangani Wahyu.
“Pernyataan atau statement dari pihak keluarga yang menyatakan bahwa Wahyu Widianto tidak ditangani itu kurang tepat,” kata Yuliningsih kepada awak media, Selasa (12/3/2024).
Lanjut Yuli, pihaknya sudah menangani dengan kondisi saat itu yaitu full. Menurutnya, dokter jaga yang berada di IGD, telah melakukan pemeriksaan kondisi Wahyu Widianto.
“Saat datang ke sini (datang ke IGD RS Hermina Malang), kondisinya sudah kritis. Dan dokter kami saat itu, langsung melakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Yuli juga mengakui jika pihaknya sudah melakukan pengecekan awal kepada pasien Wahyu, meskipun ia mengatakan jika dokter tersebut tidak sempat memakai pakaian dokter. Tapi menurutnya Wahyu sempat mendapatkan pengecekan awal di atas bentor.
“Kami sama-sama ingin menolong bagaimanapun upaya yang apa kita bisa. Sudah kami lakukan juga dimana dokter jaga kami sedang memeriksa, kemudian ditemukan saturasi 77 persen,” bebernya.
Ia juga menolak tudingan kekurangan peralatan untuk mengecek kondisi jantung pasien. Ia menegaskan jika alat cek jantung di RS Hermina lengkap.
Lebih lanjut, Yuli mengatakan jika mereka sebenarnya akan mempersiapkan ruangan dan bed untuk merawat Wahyu. Tapi ambulans dari relawan Es Teh Anget sudah terlanjur membawa pasien tersebut ke RSUD Saiful Anwar Kota Malang.
“Karena membutuhkan penanganan waktu lama, sementara kondisi Wahyu Widianto kritis dan membutuhkan penanganan segera, sehingga ia dibawa oleh mobil ambulans relawan Es Teh Anget menuju RS Saiful Anwar,” tukasnya.(ags/lio)




