Kota Malang, blok-a.com – Kerusakan fasilitas playground di Alun-alun Kota Malang dipastikan bukan berasal dari wahana baru. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyebut kerusakan terjadi pada modul lama yang sebelumnya direncanakan untuk diperbaiki.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menjelaskan dalam proyek penataan playground terdapat kombinasi antara fasilitas baru dan lama.
“Playground itu kan ada beberapa tempat. Ada yang semua diperbaiki baru, ada yang diganti baru, dan ada sambungan lama yang tidak diganti tapi diperbaiki,” ujar Raymond.
Ia menyebut, pada tahap perencanaan tahun 2024, kondisi modul lama masih dinilai layak untuk diperbaiki. Namun, saat pelaksanaan proyek pada 2025, kondisi kerusakan justru semakin parah.
“Awalnya kondisi modul masih memungkinkan diperbaiki. Tapi saat pelaksanaan, kerusakannya semakin lebar, seharusnya diganti. Namun karena di anggaran tertulis perbaikan, maka tetap diperbaiki,” imbuhnya.
Raymond menambahkan, material playground berbahan dasar resin memiliki keterbatasan, terutama jika mengalami kerusakan patah. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap daya tahan setelah dilakukan perbaikan.
“Jaminan ketahanan pasca perbaikan tidak bisa diberikan karena kondisi kerusakan patah pada playground existing,” jelasnya.
Raymond memastikan pihak vendor tetap bertanggung jawab selama masa pemeliharaan. Dalam waktu dekat, pengecekan dan perbaikan ulang akan dilakukan.
“Ini masih dalam masa pemeliharaan, jadi nanti vendor akan melakukan perbaikan. Dalam minggu ini akan dicek untuk segera diperbaiki,” katanya.
Selain faktor teknis, DLH juga menyoroti penggunaan fasilitas yang kurang sesuai. Minimnya pengawasan dinilai turut mempercepat kerusakan.
“Yang kurang itu penjagaan saat anak-anak bermain. Ada yang seharusnya perosotan, tapi diinjak-injak, dilompat-lompatin. Itu tidak boleh,” ungkap Raymond.
DLH juga mencatat adanya keluhan terkait antrean penggunaan playground yang tidak tertib. Tidak adanya pembatasan waktu membuat sebagian anak bermain terlalu lama.
“Karena gratis, anak-anak bisa bermain satu sampai dua jam dan tidak mau bergantian. Ke depan kami rencanakan sistem tiket supaya ada pembatasan waktu,” ujarnya.
Untuk sementara waktu, beberapa area playground akan ditutup guna proses perbaikan.
“Kita hentikan dulu beberapa hari untuk perbaikan. Ini yang rusak bukan yang baru, tapi yang lama yang diperbaiki,” pungkasnya. (yog/bob)




