Blok-a.com – Pasangan Calon (Paslon) Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Walikota (Pilwali) Malang 2024.
Mereka datang usai diarak oleh ribuan pendukung dari partai koalisi dan simpatisannya. Proses arak-arakan ini dimulai dari Jalan Pahlawan Trip sebagai titik kumpulnya hingga menuju Kantor KPU Kota Malang, Kecamatan Blimbing.
Pasangan ini didukung oleh 13 partai yang diantaranya, Partai Gerindra, PSI, PKS, Partai Golkar, Nasdem, Perindo, PPP, Partai Gelora, Partai Hanura, PKN, Partai Garuda, PBB dan Partai Buruh.
Berikut profil dan perjalanan karir Wahyu Hidayat.
Lahir di Malang, 17 Desember 1966, Wahyu Hidayat merupakan lulusan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang jurusan Planologi atau Perencanaan Wilayah Kota.
Menariknya, Wahyu merupakan lulusan pertama dan satu-satunya dari jurusan tersebut hingga ia dijuluki sebagai “The First Planner” oleh teman-temannya.
Perjalanan Karir
Setelah menyelesaikan pendidikannya di ITN pada tahun 1990, Wahyu mengawali karirnya sebagai konsultan tata ruang yang banyak menangani proyek perencanaan wilayah kota di Jawa Timur.
Meski sudah meraih kesuksesan saat menjadi konsultan, Wahyu memutuskan beralih menjadi aparatur sipil negara (ASN) atas permintaan orangtuanya.
Awal menjadi ASN, Wahyu bekerja di Badan Kepegawaian Kabupaten Malang yang bertugas membuat dan mengantarkan surat.
Tak lama setelah di Badan Kepegawaian, Wahyu dipindahkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang.
Karir Wahyu kemudian semakin melejit hingga ia menduduki beberapa jabatan penting, yang diantaranya Camat Tajinan, Kepala Kantor Perumahan, Kepala Dinas Pengairan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan hingga Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK).
Lalu pada tahun 2020, Wahyu ditunjuk sebagai Sekda Kabupaten Malang menggantikan Didik Budi Muljono. Kemudian pada tahun 2023, Wahyu dilantik sebagai Pj. Wali Kota Malang oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Terpisah dari karirnya sebagai ASN, Wahyu memiliki rekam jejak pendidikan yang cukup baik. Bahkan, Wahyu tercatat telah menyelesaikan gelar doktoral.
Ia juga pernah menempuh pendidikan akta 4 pada 1996 di Institute Housing Study (IHS) Rotterdam, Belanda. Selain itu, ia juga pernah mengikuti kursus keuangan dalam kerja sama Universitas Adelaide Australia dan Kementerian Keuangan RI. (hen)




