PSU Belum Diserahkan, Warga Puri Cempaka Putih Manfaatkan RT Berkelas untuk Dorong Ekonomi

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat meninjau program RT berkelas di Puri Cempaka Putih (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat meninjau program RT berkelas di Puri Cempaka Putih (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Program RT Berkelas tetap bisa dimanfaatkan warga di kawasan perumahan meski fasilitas umum dan fasilitas sosial (PSU) belum diserahkan kepada Pemerintah Kota Malang. Hal itu terlihat saat Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meninjau langsung pelaksanaan program ini Perumahan Puri Cempaka Putih, RW 6, Kelurahan Arjowinangun pada Kamis (8/10/2026).

Sebagai informasi, PSU di wilayah tersebut masih dalam proses penyerahan dan hingga kini belum usai.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan warga memilih mengalokasikan program RT Berkelas untuk kegiatan nonfisik, khususnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Walaupun di kawasan perumahan yang PSU-nya dalam proses penyerahan, karena belum bisa memanfaatkan RT Berkelas ini dengan program ataupun kegiatan fisik, tetapi mereka akhirnya juga bersepakat untuk memanfaatkan RT Berkelas sesuai dengan prioritas yang sudah dibuat,” kata Wahyu.

Salah satu kegiatan yang dikembangkan warga adalah pembinaan UMKM. Sejumlah kelompok masyarakat telah dibentuk untuk membuat berbagai produk, sekaligus mendapatkan pembinaan dan peralatan pendukung.

Ia menerangkan, terdapat empat RT yang sepakat menggabungkan program RT Berkelas dengan koordinasi dari pengurus RW. Skema tersebut membuat program yang sebelumnya membutuhkan waktu beberapa tahun untuk direalisasikan bisa dijalankan lebih cepat.

“Produk UMKM tersebut bahkan mulai memiliki pasar. Sejumlah sekolah telah meminta produk yang dihasilkan warga perumahan ini,” terangnya.

Selain UMKM, warga juga mengembangkan budidaya hidroponik. Tanaman seperti pakcoy dan selada keriting dapat dipanen sekitar 28 hari dan sudah mulai dipesan oleh masyarakat yang datang ke lokasi.

”Warga juga memanfaatkan lahan untuk budidaya ikan menggunakan kolam terpal. Jenis ikan yang dikembangkan di antaranya lele dan nila,” pungkas Wahyu.

Di tempat yang sama, Ketua RW 4 Arjowinangun, Agung Hari Prastyono, menyampaikan pemilihan kegiatan tersebut didasarkan pada kebutuhan pengembangan SDM sekaligus peningkatan ekonomi warga.

“Terutama untuk pengembangan SDM. Yang kedua, untuk peningkatan ekonomi. Jadi ekonomi kita ini kan perlu kita warga ini harus bisa mandiri dengan adanya peningkatan,” ujarnya.

Agung menjelaskan warga memanfaatkan air irigasi untuk mendukung budidaya hidroponik dan ikan. Penggunaan air tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan mengandalkan air PDAM.

Hasil budidaya ikan kemudian dipasarkan kepada warga sekitar. Jika produksi berlebih, hasilnya dijual ke luar lingkungan perumahan, termasuk melalui pedagang sayur keliling.

Pada panen sebelumnya, warga berhasil menghasilkan hampir 50 kilogram ikan. Bibit awal sebanyak 1.000 ekor diperoleh dari bantuan saat pelatihan. Setelah panen tersebut, warga kembali menebar bibit ikan nila.

“Rata-rata sudah habis di warga karena warga ini merasa kalau yang budidaya ikan ini dari sumber makanannya sudah higienis,” jelas Agung. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.