Respon Warga Soal Rencana JPO di Jalan Bandung Kota Malang

Kondisi Miris Jembatan Penyeberangan di Kota Malang, Tak Lagi Digunakan Karena Berbahaya
Kondisi Miris Jembatan Penyeberangan di Kota Malang, Tak Lagi Digunakan Karena Berbahaya

Kota Malang, blok-a.com – Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang untuk membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Bandung sebagai solusi kemacetan mendapat tanggapan beragam dari masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengungkapkan bahwa pemindahan JPO dari Jalan Ahmad Yani ke Jalan Bandung akan dipertimbangkan setelah melakukan evaluasi mendalam.

Widjaja juga mengatakan bahwa Dishub akan memastikan bahwa pembangunan JPO tidak mempengaruhi estetika dan fungsi taman yang ada di jalan tersebut.

“Kami akan mengecek apakah JPO ini masih bisa digunakan di Jalan Bandung,” ujarnya.

Terkait hal ini, Paijo, seorang warga setempat, menyatakan bahwa keberadaan JPO di Jalan Bandung memang sangat penting. Ia berpendapat bahwa JPO dapat membantu mengurangi kemacetan yang sering terjadi di area tersebut dan demi keamanan penyeberan.

“Masuk, biar tidak macet. Soalnya penyeberangan kan tidak ada di sini. Makanya orang yang menyeberang harus nyetop jalan. Itu yang bikin macet,” jelasnya.

Sementara itu, Hasyim, seorang tukang parkir yang mangkal di kawasan itu, juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai lalu lintas Jalan Bandung. Hasyim merasa bahwa JPO dapat membantu mempermudah penyeberangan dan meningkatkan keselamatan pejalan kaki, terutama bagi ibu-ibu dengan anak kecil.

“Setuju, karena yang paling merasakan itu masyarakat umum juga. Kalau malam-malam atau pagi-pagi sering saya lihat ibu-ibu mau menyeberang kesulitan karena kendaraan kencang. Gendong bayi juga, saya lihatnya kasihan,” katanya.

Namun, Ilin, seorang penjemput yang menanti kepulangan buah hatinya di Jalan Bandung, memberikan pandangan yang sedikit berbeda. Ia merasa bahwa meski JPO dapat mengurangi kemacetan, tapi tergantung lokasinya. Ia mengusulkan agar lokasi JPO dipertimbangkan dengan baik.

“Kalau menurut saya bagus, bisa mengurangi kemacetan. Tapi kalau titiknya di depan MIN itu kayaknya tetap macet karena kendaraan berhenti naik-turun murid itu yang bikin macet di situ. Kalau agak ke timur atau sekalian di sebelah barat saya kira bisa mengurangi kemacetan,” terang Ilin.

Exit mobile version