Kabupaten Malang, blok-a.com – Meskipun belum ditemukan virus Monkeypox (Mpox) atau cacar monyet, namun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan tengah melakukan antisipasi dengan menyiagakan tindakan hingga ruangan isolasi untuk pasien.
Seperti diketahui bersama, kasus virus Mpox atau cacar monyet tengah melanda wilyah Indonesia. Setidaknya, ada 88 pasien yang terjangkit virus tersebut di Indonesia.
Penyakit yang menyerang kulit dan menyebabkan bintik hitam itu berasal dari virus monkeypoxvirus (MPXV) dan merupakan zoonosis yang berarti bisa ditularkan dari hewan ataupun manusia.
Direktur Umum (Dirut) RSUD Kanjuruhan, Bobi Prabowo mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan pasien Virus Mpox dalam gejala maupun pengidap cacar monyet di RSUD Kanjuruhan.
Kendati demikian, ia telah menyiapkan langkah untuk antisipasi dini bila mana ditemukan pasien dalam gangguan penyakit meluar itu.
“Kami tengah menyiapkan langkah-langkah seperti penyakit atau infeksi menular lainnya, yaitu dengan menyiapkan ruangan isolasi mulai dari IGD sampai dengan ruangan rawat inap,” kata Bobi kepada blok-a.com, Jumat (30/8/2024).
Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir terjadinya penularan atau penyebaran virus Mpox yang dimungkinkan berpotensi besar terjadi di rumah sakit yang berada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini.
“Yang terpenting screeningnya, karena semua usia berpotensi terkena virus ini,” tambahnya.
Hingga saat ini, RSUD Kanjuruhan telah menyiapkan sebanyak 22 tempat tidur yang terbagi di beberapa ruangan isolasi. Ruangan khusus ini juga diterapkan di Instansi Gawat Darurat (IGD).
“Ruangannya khusus, bedanya dengan ruangan pada umumnya adalah ruangan isolasi ini memiliki tekanan positif,” bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang hingga saat ini mencatat kasus Mpox belum ditemukan di wilayah Kabupaten Malang. Kendati demikian, ia tengah melakukan antisipasi serta kewaspadaan terkait penyakit menular tersebut.
“Belum ada laporan khusus di Kabupaten Malang. Namun, kami sudah lakukan sosialisasi kewaspadaan sampi dengan tingkat puskesmas, untuk disampaikan di wilayah masing-masing,” katanya.
Sementara itu, saat disinggung terkait ketersediaan vaksin virus Mpox yang dapat melunar dari manusia maupun hewan itu, Mantan Kepala Puskesmas Singosari itu menyebut vaksin hanya tersedia di daerah yang menjadi sasaran saja.
“Kabupaten Malang bukan menjadi daerah sasaran, sementara vaksin (Mpox) hanya untuk daerah sasaran saja,” tegasnya. (ptu/bob)




