Trans Jatim Perluas Jangkauan ke Malang Selatan, Koridor Talangagung-Arjosari Meluncur Oktober 2026

Bus TransJatim Koridor 1 saat beroperasi di wilayah Malang Raya (foto: Blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Bus TransJatim Koridor 1 saat beroperasi di wilayah Malang Raya (foto: Blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Masyarakat yang memanfaatkan armada Trans Jatim di Malang Raya patut berbahagia. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan layanan Trans Jatim di Malang Raya akan diperluas melalui pembukaan Koridor 2 yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kota Malang.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, Cito Eko Yuly Saputro, mengatakan proses penambahan koridor kini telah memasuki tahap akhir sebelum dioperasikan. Rute baru tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

“Untuk Trans Jatim di wilayah Malang sudah final. Memang nanti akan ditambahi di koridor 2. Rencana estimasi akan dijalankan bulan Oktober,” kata Cito saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6/2026).

Koridor baru itu dirancang melayani perjalanan dari Terminal Talangagung di Kepanjen menuju Terminal Arjosari di Kota Malang. Jalur tersebut juga akan terhubung dengan Terminal Hamid Rusdi sebagai titik transit utama.

“Origin-destination-nya untuk koridor 2 itu keberangkatannya dari daerah Talangagung, Kepanjen, sampai Terminal Hamid Rusdi. Nanti melalui Hamid Rusdi menuju ke Terminal Arjosari,” ujarnya.

Meski titik awal dan akhir perjalanan telah ditetapkan, Dishub Jatim masih melakukan pematangan terkait ruas jalan yang akan dilalui armada Trans Jatim. Pembahasan teknis bersama pihak terkait dijadwalkan berlangsung pekan depan.

“Untuk detailnya, kira-kira lewat jalan mana, ruas jalan mana, itu menunggu kita rapat di hari Rabu mendatang. Tetapi pemetaannya, titiknya sudah difinalkan, yaitu Terminal Talangagung melewati Terminal Hamid Rusdi, terus akhir tujuannya adalah Terminal Arjosari,” jelasnya.

Menurut Cito, kehadiran Koridor 2 akan memperluas cakupan layanan Trans Jatim ke wilayah timur Kota Malang yang belum terjangkau oleh koridor pertama.

Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, operasional koridor baru akan dimulai pada Oktober mendatang setelah mendapatkan persetujuan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Rencana Insya Allah apabila tidak ada kendala, sesuai dengan timeline, sesuai dengan schedule yang berlaku, kita akan dijalankan atas seizin Ibu Gubernur dan Bapak Kepala Dinas pastinya di bulan Oktober,” tuturnya.

Untuk menunjang layanan tersebut, Dishub Jatim menyiapkan 15 unit bus yang terdiri atas 14 armada operasional dan satu armada cadangan. Jumlah armada yang disiapkan itu sama dengan yang saat ini digunakan pada Koridor 1 Trans Jatim Malang Raya.

“Armada yang disiapkan sementara kami itu 14 operasional, 1 cadangan,” ungkapnya.

Sementara itu, jadwal operasional Koridor 2 masih dalam tahap perhitungan. Pemerintah akan menentukan headway dan jadwal keberangkatan setelah rute final dan estimasi waktu tempuh selesai disurvei.

“Kita masih belum tahu waktu tempuhnya. Kalau kita sudah mengetahui finalisasi rutenya melalui ruas jalan mana, baru kita bisa menyurvei kira-kira berapa menit sampainya, baru kita bisa menghitung waktu headway dan timetable-nya,” terang Cito.

Meski belum ditetapkan secara resmi, jam operasional Koridor 2 diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan Koridor 1 yang saat ini telah beroperasi.

“Garis besarnya hampir sama dengan koridor 1. Atau bahkan lebih mundur. Contoh, kalau koridor 1 kan jam 5, bisa mungkin lebih jam setengah 5. Tapi masih belum final karena kami masih belum tahu finalnya nanti lewat mana,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version