Kota Malang, blok-a.com – Tulisan “Malang The Glory Land” kembali menghiasi tembok mural di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang. Setelah sebelumnya sempat ditimpa dengan tulisan “Malang Menyala Bersama” yang merupakan rangkaian Festival Mbois 11.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, tulisan “Malang The Glory Land” terlihat kembali pada bidang dinding yang sebelumnya digunakan untuk menampilkan tulisan “Malang Menyala Bersama”.
Sebelumnya, penimpaan mural memicu protes dari sejumlah pihak karena “Malang The Glory Land” dianggap memiliki nilai historis bagi masyarakat Malang dan Aremania. Pembuatan mural tersebut diketahui berawal dari inisiatif almarhum Heri Sucahyo yang akrab dipanggil Sam Nyek.
Bagi Andi F. Sinyo, warga Malang sekaligus Aremania yang mengaku bersahabat dengan Sam Nyek, mural yang dibuat sekitar 2016 itu mengandung makna tersendiri. Ia mengatakan, Sam Nyek dikenal kerap menyampaikan gagasan melalui simbol dan pemilihan diksi dalam karyanya. Konteks pembuatannya tidak bisa dilepaskan dari situasi Kota Malang ketika itu, termasuk konflik dualisme dalam sepak bola.
Menariknya, Sam Nyek tidak menggunakan nama Arema dalam mural tersebut. Ia justru memilih nama Malang sebagai identitas yang lebih luas.
“Kenapa nggak ditulis ‘Arema The Glory Land’? Dia memilih diksi ‘Malang’, timbang ‘Arema’,” ujar Sinyo, Jumat (21/8/2026).
Ia mengungkapkan, pilihan tersebut menunjukkan Sam Nyek berusaha melihat persoalan Malang melampaui batas klub sepak bola. Saat itu, sejumlah persoalan dinilai turut memecah masyarakat.
“Dia meletakkan egonya dan melihat kepentingan yang lebih luas. Malang ini sudah banyak peristiwa, banyak kejadian yang membuat semuanya pecah belah,” katanya.
Sementara itu, pihak panitia Festival Mbois sebelumnya juga telah menyampaikan permintaan maaf atas penimpaan mural tersebut. Panitia menyatakan siap bertanggung jawab untuk mengembalikan tulisan yang sebelumnya ada di tembok.
Beberapa band asal Kota Malang yang melekat dengan Arema seperti D’Kross, Arema Voice, APA Rapper hingga Flying Dutchman membatalkan penampilannya di Festival Mbois 11, imbas dari penimpaan mural itu.
Pada Kamis (20/8/2026), dinding mural terlihat telah diblok menggunakan cat berwarna biru. Tulisan “Malang Menyala” sudah tidak terlihat karena tertutup cat tersebut.
Kini, berdasarkan kondisi terbaru di lokasi, tulisan “Malang The Glory Land” telah kembali terlihat. Sementara itu, tulisan “Malang Menyala Bersama” yang sebelumnya menutupi mural tersebut tidak lagi tampak pada bidang tembok. (yog/ova)



