Viral Sampah Berceceran di Alun-Alun Merdeka Malang, DLH Tambah 20 Tempat Sampah

Kota Malang, blok-a.com – Keluhan soal sampah berceceran di kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang ramai muncul di media sosial pasca dibukanya kembali Alun-alun. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengakui lonjakan pengunjung pascarevitalisasi berdampak langsung pada volume sampah yang belum sepenuhnya tertangani.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan jumlah pengunjung Alun-alun Merdeka meningkat hingga empat kali lipat sejak resmi dibuka kembali. Namun dia belum menyebut berapa jumlah pengunjung itu. Kondisi tersebut berada di luar prediksi awal pemerintah.

“Setelah dibuka, pengunjungnya bisa dibilang empat kali lipat. Bukan hanya masyarakat Kota Malang, tapi juga dari luar daerah,” ujar Raymond, Senin (3/2/2026).

Raymond menyebut pihaknya sempat menemui pengunjung dari sejumlah wilayah sekitar Malang, seperti Tumpang, Gondanglegi, Kasembon, hingga Pujon. Selain berkunjung ke Alun-alun Merdeka, sebagian masyarakat juga memanfaatkan kedekatan kawasan tersebut dengan Masjid Jami’.

Lonjakan pengunjung itu berdampak pada meningkatnya timbunan sampah, termasuk yang dibuang sembarangan di area rumput. Meski DLH telah menyediakan tempat sampah, kapasitas yang ada dinilai belum mampu menampung volume sampah harian.

“Tempat sampah yang kami sediakan ternyata tidak menampung karena pengunjungnya sangat banyak. Teman-teman petugas sudah full melakukan pembersihan,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DLH berencana menambah fasilitas tempat sampah di kawasan Alun-alun Merdeka. Dalam waktu dekat, sekitar 20 unit tempat sampah tambahan akan dipasang di sejumlah titik.

“Kami akan menambah kurang lebih 20 tempat sampah, sekaligus mengatur ulang pengambilan sampah di lapangan,” ujarnya.

Raymond menjelaskan, saat ini pihaknya mengerahkan 15 petugas kebersihan yang dibagi dalam tiga shift, yakni pagi, sore, dan malam. Namun dengan tingginya intensitas kunjungan, Raymond mengakui keterbatasan jumlah petugas masih menjadi tantangan.

“Personel kami terbatas, tapi tetap kami atur agar kebersihan Alun-alun Merdeka bisa terjaga,” pungkasnya. (ber/bob)

Exit mobile version