DLH Malang Kerja Ekstra Tangani 30 Ton Sampah Pasca Karnaval Gampingan

Plt. Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman di podcast NGALAMI (dok. Podcast Ngalami)
Plt. Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman di podcast NGALAMI (dok. Podcast Ngalami)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang membutuhkan waktu dua hari untuk menuntaskan penanganan sampah pasca karnaval di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak.

Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, mengatakan jumlah sampah yang dihasilkan dalam Karnaval Gampingan tersebut sekitar 30 ton. Hal itu dihitung dari akumulasi jumlah sampah yang diangkut hingga membutuhkan enam armada truk.

Euforia Karnaval Gampingan Berujung Masalah Sampah, DLH Turunkan 19 Petugas

“Total sampah 3 dumptruk dan 3 amroll. Setiap armada itu sekitar 5 ton, jumlahnya sekitar 30 ton,” kata Avi, sapaan akrabnya.

Avi menambahkan, petugas kebersihan bahkan sempat kewalahan akibat banyaknya volume sampah dan kondisi cuaca yang tidak mendukung. “Prosesnya 2 hari masih belum habis. Jelas teman-teman Pramu Kebersihan kewalahan,” tambahnya.

Ia menerangkan proses pembersihan semestinya dilakukan pada Minggu (12/10/2025). Namun, armada tidak bisa masuk lantaran fasilitas pendukung karnaval belum dibongkar sepenuhnya. Akibatnya, kegiatan pembersihan baru dimulai pada Senin (13/10) dan rampung Selasa (14/10).

Menurutnya, kondisi makin sulit karena hujan turun pada Senin sore, sehingga menyulitkan armada untuk mengangkut sisa-sisa sampah yang menumpuk di sepanjang jalan utama Desa Gampingan.

Dalam proses pembersihan, DLH Kabupaten Malang menurunkan 19 personel penyapu jalan, satu dump truk dari area Pagak, tiga arm roll dari area Kepanjen, dan satu truk sweeper. Selain itu, tiga personel penyapu dari Desa Gampingan turut membantu, didukung oleh panitia karnaval yang memberikan bantuan konsumsi bagi petugas.

Meski demikian, Avi menyayangkan jumlah personel dari panitia tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

“Panitia sudah membantu, tapi jumlahnya memang tidak sesuai yang disampaikan sebelumnya. Namun kami tetap apresiasi karena sudah ikut mendukung proses pembersihan,” ucapnya.

Di sisi lain, sejumlah warga juga terlihat membantu mengumpulkan sampah ke tepi jalan, meski ada pula sebagian yang masih membakar sampah secara mandiri. DLH Kabupaten Malang pun mengimbau masyarakat agar lebih sadar dan bijak dalam mengelola sampah, terutama saat menggelar kegiatan di ruang publik.

“Jangan sampai kita bersuka cita tapi kemudian menyusahkan saudara-saudara kita setelahnya. Budaya bersih itu juga menunjukkan karakter kita sebagai masyarakat yang bertanggung jawab,” pesan Avi. (yog/bob)

Exit mobile version