Investasi Kota Batu Tembus Rp2,33 Triliun, Nurochman Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Wali Kota Batu, Nurochman bersama Wakil Wali Kota, Heli Suyanto (foto: istimewa)
Wali Kota Batu, Nurochman bersama Wakil Wali Kota, Heli Suyanto (foto: istimewa)

Kota Batu, blok-a.com – Realisasi investasi Kota Batu pada 2025 tercatat mencapai sekitar Rp2,33 triliun. Capaian tersebut menjadi salah satu modal Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu pada 2025 mencapai 80,35. Persentase penduduk miskin juga menurun dari 3,06 persen pada 2024 menjadi 2,86 persen pada 2025.

Ia menambahkan, capaian tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui kebijakan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Capaian ini patut kita syukuri dan perlu kita lanjutkan dengan kebijakan yang semakin memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat,” katanya.

Dalam momentum seperempat abad Kota Batu, Nurochman mengajak seluruh elemen daerah memperkuat kolaborasi dan kreativitas sebagai landasan pembangunan. Hal itu sejalan dengan tema Hari Jadi ke-25 Kota Batu, yakni “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan”, dengan semangat “Kreatif SAE”.

“Tema ini mengingatkan kita bahwa Kota Batu harus terus bertumbuh melalui kerja bersama dan kreativitas, tanpa kehilangan karakter serta mengabaikan alam yang menopang kehidupan,” tambah pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan upaya mempertahankan karakter daerah. Pembangunan juga diarahkan untuk memperluas manfaat sektor pariwisata, memperkuat pertanian, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Untuk mewujudkan visi mBatu SAE, Pemkot Batu menjalankan sejumlah program prioritas. Program ini mencakup pengembangan sumber daya manusia, penguatan sektor pertanian, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan.

Program Seribu Sarjana menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sementara di sektor pertanian, pemerintah mendorong pengembangan melalui CooSAE dan Smart and Integrated Farming.

Nurochman menilai, berbagai program tersebut perlu berjalan secara terpadu agar mampu mendukung arah pembangunan daerah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Sinergi eksekutif dan legislatif, dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kontribusi dunia usaha, keterlibatan desa dan kelurahan, serta partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk memastikan program berjalan optimal,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan membangun kepercayaan antarelemen daerah. Menurutnya, setiap kebijakan harus tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Saya percaya, masa depan Kota Batu adalah masa depan yang kita bangun bersama. Kita perlu menjaga gotong royong, memperkuat rasa saling percaya, dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang kita ambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat,” bebernya.

Nurochman berharap peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera tanpa mengabaikan kelestarian alam.

“Dirgahayu Kota Batu ke-25. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa meridai setiap ikhtiar kita untuk membangun kota ini dengan niat yang tulus, kerja yang sungguh-sungguh, dan semangat kebersamaan. Mari kita jaga Kota Batu agar semakin maju, semakin sejahtera, tetap asri, dan semakin baik bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.