Jelang Libur Nataru 2025, DLH Prediksi Timbulan Sampah Kabupaten Malang Naik 20 Persen

Bupati Malang, HM Sanusi bersama Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman saat meninjau TPA Poncokusumo (ist)
Bupati Malang, HM Sanusi bersama Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman saat meninjau TPA Poncokusumo (ist)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Volume sampah di Kabupaten Malang diprediksi meningkat signifikan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Peningkatan ini seiring dengan tingginya kunjungan wisatawan, mengingat Kabupaten Malang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, mengatakan lonjakan volume sampah diperkirakan terjadi di kawasan-kawasan wisata serta pusat aktivitas masyarakat.

“Berdasarkan tren tahunan dan lonjakan wisatawan, kami memproyeksikan adanya kenaikan volume timbulan sampah sekitar 15 hingga 20 persen dari volume harian normal. Peningkatan ini didominasi sampah kemasan makanan dan minuman, baik organik maupun anorganik, dari aktivitas wisata dan mobilitas masyarakat yang tinggi,” ujar Avi, sapaan akrabnya, Rabu (17/12/2025).

Selain kawasan wisata, DLH juga memetakan potensi peningkatan sampah di wilayah penyangga dan pusat keramaian kecamatan seperti Kepanjen, Singosari, dan Lawang. Lonjakan sampah di wilayah tersebut umumnya berasal dari sektor kuliner dan pusat oleh-oleh.

“Wilayah penyangga juga menjadi atensi kami karena aktivitas ekonomi dan kunjungan masyarakat biasanya meningkat selama libur panjang,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH Kabupaten Malang menerapkan strategi Siaga Kebersihan Nataru. Strategi ini difokuskan pada optimalisasi pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan lebih dari 24 jam.

“Kami lakukan pengerahan tim penyapuan jalan lebih awal, serta memastikan seluruh sarana dan prasarana pengelolaan sampah dalam kondisi prima sebelum masa libur dimulai,” jelas Avi.

Selain itu, DLH juga memberlakukan sistem lembur (overtime) bagi petugas lapangan. Seluruh petugas kebersihan, baik penyapu jalan maupun kru armada angkut sampah, disiagakan secara bergantian selama periode Nataru.

“Kami tidak menambah personel baru, tetapi memaksimalkan petugas yang ada dengan pengaturan jadwal kerja,” tuturnya.

Avi memastikan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Malang masih mencukupi untuk menampung lonjakan sampah selama libur Nataru. Saat ini terdapat tiga TPA aktif, yakni TPA Poncokusumo, TPA Talangagung, dan TPA Randuagung.

“Layanan di TPA tidak libur. Jam operasional akan kami sesuaikan dengan ritme pengangkutan sampah di lapangan agar pelayanan tetap optimal,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version