Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mulai melakukan sejumlah persiapan menyusul rencana peluncuran Trans Jatim Koridor 2 yang ditargetkan beroperasi pada Oktober 2026.
Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto mengatakan saat ini masih menunggu finalisasi rute dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menerangkan, sejumlah langkah awal telah disiapkan, mulai dari pemetaan kebutuhan halte hingga integrasi dengan angkutan pedesaan sebagai moda pengumpan (feeder).
“Kami masih menunggu keputusan final dari provinsi terkait rutenya. Setelah rute ditetapkan, baru kami inventarisasi kebutuhan sarana prasarana, termasuk jumlah halte dan titik singgung dengan angkutan pedesaan,” kata Eko saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).
Ia mengungkapkan, terdapat beberapa alternatif rute yang saat ini sedang dibahas. Salah satunya menghubungkan Terminal Hamid Rusdi dengan Terminal Talangagung melalui wilayah Gondanglegi. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kalau yang kami usulkan itu Terminal Hamid Rusdi, ke barat arah kawasan Kacuk, ke selatan menuju Talangagung, lewat tengah. Kemudian usulan kedua lewat Sempalwadak, ke selatan RS Benmari. Yang ketiga baru yang lewat Bululawang. Nah, itu masih dikaji provinsi. Harapan kami Rabu itu sudah sudah final,” bebernya.
Dishub Kabupaten Malang juga telah mengusulkan agar angkutan pedesaan yang selama ini beroperasi dapat menjadi feeder Trans Jatim. Skema tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan transportasi publik hingga ke kawasan-kawasan yang tidak dilalui bus utama.
Selain itu, kesiapan Terminal Talangagung sebagai salah satu titik transit juga mulai menjadi perhatian. Meski dinilai sudah cukup siap, Dishub Kabupaten Malang masih menunggu hasil kajian dari Pemprov Jatim untuk menentukan kebutuhan pembenahan infrastruktur pendukung.
“Kami menunggu petunjuk dari provinsi terkait apa saja yang perlu disiapkan. Karena kewenangan utama program ini ada di provinsi,” jelasnya.
Eko menambahkan, apabila nantinya terdapat kebutuhan dukungan anggaran dari pemerintah daerah, hasil rapat koordinasi dengan Pemprov Jatim akan segera dilaporkan kepada Bupati Malang untuk ditindaklanjuti melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
Koridor 2 Trans Jatim direncanakan menjadi jalur baru yang melayani wilayah Malang Selatan. Selain memperkuat konektivitas antardaerah, kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan kawasan wisata, pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang. (yog/bob)




