Kota Malang Naik Kelas, Pengelolaan Sampah Hampir 100 Persen Terkelola

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigorang
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigorang (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat pengelolaan sampah di wilayahnya telah mencapai 98,7 persen. Angka ini menunjukkan sebagian besar sampah di Kota Malang sudah tertangani dengan baik, meski masih ada sebagian kecil yang belum terkelola secara optimal.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigorang, mengatakan dari total sampah yang dihasilkan setiap hari, masih ada sekitar 6–7 ton atau sekitar 1,3 persen yang belum tertangani.

“Untuk pengolahan sampah di Kota Malang sudah mencapai hampir 99 persen. Sisanya sekitar 1,3 persen itu yang belum terkelola,” ujar Raymond, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, sisa sampah yang belum terkelola tersebut berasal dari beberapa titik pembuangan liar yang dilakukan masyarakat. DLH telah menemukan sejumlah lokasi pembuangan di pinggir jalan maupun di bantaran sungai yang tidak termasuk dalam kawasan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

“Itu ada beberapa lokasi, seperti di Bumiayu, di Sungai Brantas, dan sekitar bekas Stadion Blimbing. Dari DLH sudah melakukan penutupan dan sosialisasi di lokasi-lokasi itu,” jelasnya.

Raymond menambahkan, pihaknya juga menindaklanjuti temuan pembuangan liar tersebut dengan melakukan pembersihan dan memasang banner peringatan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.

“Begitu ada laporan, terutama dari media sosial, tim langsung bergerak. Lokasi dibersihkan dan dipasangi banner supaya masyarakat tahu itu bukan TPS,” tegasnya.

Selain fokus pada pengawasan dan penertiban pembuangan liar, DLH Kota Malang kini juga memperkuat sistem pengelolaan berbasis masyarakat melalui pembinaan bank sampah di tingkat RT dan RW.

“Dari penilaian sebelumnya, beberapa bank sampah kondisinya hidup segan mati tak mau. Sekarang kami bina lagi, terutama lewat program Kampung Bersinar (Bersih, Indah, dan Lestari),” katanya.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Jumlah bank sampah di Kota Malang yang semula sekitar 300 kini meningkat menjadi lebih dari 400 unit.

“Dengan dorongan dan pembinaan dari teman-teman di lapangan, sekarang sudah ada lebih dari 400 bank sampah yang aktif di Kota Malang,” ungkapnya.

Raymond berharap partisipasi masyarakat terus meningkat agar pengelolaan sampah di Kota Malang semakin optimal dan kawasan pembuangan liar dapat dihapus sepenuhnya.

“Target kami, seluruh masyarakat bisa ikut menjaga lingkungannya. Karena pengelolaan sampah tidak akan berhasil tanpa kesadaran bersama,” tandasnya. (bob)

Exit mobile version