Kota Malang, blok-a.com – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menanggapi kasus mahasiswa yang jatuh dari lantai 11 apartemen Soekarno-Hatta (Suhat) hingga meninggal di Kota Malang.
Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan mental di kalangan mahasiswa tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
“Saya sudah sampaikan kalau tidak waspada, tentu akan berbahaya,” ujar Amithya, Rabu (25/3/2026) pagi.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak. Perlu keterlibatan bersama antara kampus, pemerintah, hingga lingkungan keluarga.
Ia menilai, pemerintah daerah dapat mengambil peran dalam memberikan fasilitasi maupun pendampingan.
“Kalau dari pemerintah, mungkin bisa memberikan fasilitasi atau pendampingan,” tambahnya.
Namun, Amithya juga mengakui bahwa deteksi dini di level paling kecil bukan perkara mudah. Hal ini karena persoalan mental kerap bersifat privat dan tidak mudah terpantau.
“Kalau dari unit terkecil, aware terhadap itu sulit karena privat,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama pencegahan. Dengan sinergi yang kuat, potensi kasus serupa diyakini dapat ditekan.
“Kalau kolaborasi bisa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perlunya langkah antisipatif yang lebih serius dari berbagai pihak. Termasuk dengan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan kampus.
“Mungkin bicara dengan para rektor,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong penyusunan panduan atau buku pegangan mahasiswa yang lebih komprehensif. Tidak hanya berisi informasi akademik, tetapi juga edukasi terkait kesehatan mental dan akses bantuan.
“Buku guiden mahasiswa harus dibuat lengkap. Agar mereka tahu segala sesuatu,” jelasnya.
Amithya menekankan bahwa pencegahan idealnya dimulai dari lingkungan kampus sebagai ruang terdekat mahasiswa. Kemudian diperkuat oleh pemerintah dan dukungan keluarga.
“Didalam kampus dulu, baru pemerintah dan lalu kita bisa senggol keluarganya,” katanya.
Ia optimistis, jika komunikasi dan kepedulian antar pihak dapat terjalin dengan baik, potensi kasus serupa bisa diminimalkan.
“Kalau itu terjalin dengan baik, sebenarnya bisa mencegah,” pungkasnya.
Sementara itu, seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan bunuh diri dengan cara loncat dari Hotel dan Apartemen Everyday di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 00.15 WIB dini hari.
Kejadian tersebut saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian.
Proses identifikasi serta pendalaman penyebab masih terus dilakukan, termasuk menggali latar belakang korban dan kondisi psikologisnya sebelum kejadian. (bob)







