Kota Malang, blok-a.com – Koridor Kayutangan Heritage kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, keluhan muncul dari media sosial terkait maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dinilai membuat kawasan wisata tersebut menjadi kotor terutama di area trotoar Koridor Kayutangan Heritage.
Dalam sebuah video yang viral, seorang pegawai toko di kawasan tersebut mengaku kewalahan karena harus lebih sering membersihkan trotoar di depan tempatnya bekerja. Keluhan ini muncul lantaran banyaknya PKL yang berjualan di area tersebut, terutama saat akhir pekan, yang berdampak pada kebersihan lingkungan.
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Malang berkomitmen untuk mengambil langkah tegas demi menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan di kawasan Kayutangan sebagai ikon kota.
Ali menjelaskan, pemerintah akan melakukan penertiban dan sosialisasi apabila ditemukan pelanggaran aturan. Pihak Satpol PP pun telah diinstruksikan untuk segera bergerak menangani PKL yang tidak berizin dan berpotensi mengganggu ketertiban.
“Kami juga kemarin sudah memerintahkan dan meminta kepada Satpol nanti, sebelum ini menjamur harus segera ditertibkan,†ujar Ali.
Lebih lanjut, pemerintah saat ini tengah menggodok rencana mengenai penetapan aturan untuk “kawasan ekonomi khusus” atau “kawasan khusus” di area tersebut melalui koordinasi dengan Sekda. Langkah ini bertujuan untuk memberikan aturan yang lebih detail terkait operasional di kawasan tersebut.
“Jadi Perwal khusus atau kawasan khusus itu nanti mengatur tentang boleh apa tidak, ditertibkan apa tidak, sehingga nanti ada lebih detail aturan-aturan itu,†jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa PKL yang muncul di trotoar koridor Kayutangan Heritage memang cukup meresahkan karena tidak berizin dan tidak memberikan kontribusi berupa pajak.
“Sehingga langkah kita tegas jika tidak berizin dan ada keluhan Satpol PP langsung turun,†tuturnya.
Ali mengimbau masyarakat serta para pelaku ekonomi di Kayutangan untuk segera melaporkan melalui saluran resmi pemerintah kota jika menemukan PKL yang tidak berizin atau aktivitas yang mengganggu ketertiban.
“Kami juga harus menjaga kebersihan karena sudah menjadi ikon kita, pusat berkumpulnya ekonomi juga dan sekaligus menjadi wajah Kota Malang, maka kita akan menertibkan hal-hal yang bisa mengganggu, baik mengganggu kebersihan, ketertiban, dan mengganggu sosial ekonomi yang ada di kawasan itu,†pungkasnya.
Ia berharap PKL di koridor Kayutangan Heritage tidak menjamur. Penertiban pasca adanya keluhan akan dilakukan terlebih dulu. Namun, jika langkah tersebut tidak berhasil, maka posko seperti penertiban PKL liar di Jalan Veteran kemungkinan besar akan diterapkan di koridor Kayutangan Heritage.
“Kalau kemudian itu tidak bisa ditertibkan dengan langkah pertama tentu kami akan meminta Satpol PP mendirikan posko,” tutupnya. (bob)




