Rencana Pembangunan Skywalk Kota Malang Belum Final, DED Masih Disusun

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto (dok: Satria Akbar Sigit/blok-a.com)
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto (dok: Satria Akbar Sigit/blok-a.com)

Kota Malang, blok-a.com – Rencana pembangunan skywalk di kawasan Kayutangan Heritage dan Jalan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang masih berada pada tahap awal. Pemerintah kota belum bisa memaparkan desain detail karena dokumen Detail Engineering Design (DED) belum disusun.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan saat ini perencanaan skywalk baru sebatas konsep dalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Artinya, gambaran teknis proyek masih akan berkembang.

“Di RTBL memang sudah ada konsep skywalk. Tapi detailnya belum bisa kami sampaikan karena DED-nya belum dibuat,” ujar Dandung, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, fokus sementara adalah penataan kawasan secara menyeluruh. Tidak hanya jalur pedestrian, tetapi juga pengaturan parkir hingga rekayasa lalu lintas di dua titik strategis tersebut.

Menurutnya, konsep pengembangan kawasan akan dirancang terintegrasi agar mendukung kenyamanan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat fungsi ruang publik.

“Kawasan itu nanti ditata secara keseluruhan, mulai pedestrian, parkir, sampai lalu lintasnya. Tapi untuk detail skywalk masih menunggu DED,” jelasnya.

Terkait pembiayaan proyek, Dandung menyebut belum ada kepastian sumber anggaran. Pemkot Malang masih menunggu kemungkinan dukungan program dari Bank Dunia yang saat ini tengah mengkaji konsep pengembangan kawasan.

“Kami belum memastikan pendanaannya. Memang ada program dari pusat yang didukung Bank Dunia untuk penataan kawasan, tapi masih dalam proses,” tambahnya.

Seperti diketahui, skywalk menjadi bagian dari rencana besar Pemkot Malang untuk meningkatkan daya tarik kawasan pusat kota dan koridor kuliner. Konsep tersebut juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas antar titik destinasi serta menghadirkan ruang publik yang lebih modern.

Meski begitu, realisasi proyek masih membutuhkan tahapan perencanaan lanjutan sebelum masuk ke proses pembangunan. (bob)