Wabup Malang Sebut Perusahaan Prancis Veolia Tertarik Kelola Sampah di Kabupaten Malang

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib sebut Kabupaten Malang akan jadi role model di Jawa Timur (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib sebut Kabupaten Malang akan jadi role model di Jawa Timur (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Prospek investasi di sektor pengelolaan sampah plastik di Kabupaten Malang mulai menarik perhatian investor global. Perusahaan pengelolalimbah asal Prancis, Veolia, menyatakan ketertarikannya untuk terlibat dalam sistem pengolahan sampah di wilayah Kabupaten Malang.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, usai menerima laporan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas terkait rencana investasi tersebut.

“Pihak Bappenas telah bertemu dengan perwakilan Veolia. Mereka menyatakan minat untuk andil mengolah sampah di sini,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Bu Nyai.

Veolia sendiri bukan pemain baru dalam industri pengelolaan limbah di Indonesia. Perusahaan tersebut saat ini mengoperasikan fasilitas daur ulang plastik PET terbesar di Pasuruan melalui kerja sama dengan Danone.

Keberhasilan proyek tersebut dinilai menjadi pijakan kuat bagi Veolia untuk memperluas investasinya ke wilayah lain, termasuk Kabupaten Malang.

Rencana investasi tersebut juga sejalan dengan implementasi Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), yakni program penguatan sistem pengelolaan sampah daerah yang didukung pinjaman Bank Dunia melalui Kementerian Dalam Negeri.

Bu Nyai Lathifah menjelaskan program LSDP yang mulai berjalan tahun ini akan berfokus pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam tata kelola sampah yang lebih modern dan terintegrasi.

”Program tersebut juga membuka peluang bagi investor untuk terlibat dalam pengembangan sistem pengolahan sampah yang berkelanjutan,” tuturnya.

Selain meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, proyek ini juga diarahkan untuk mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengembangan ekonomi rendah karbon menuju visi Indonesia Emas 2045.

Dalam waktu dekat, perwakilan Bappenas bersama pihak perusahaan dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke Kabupaten Malang untuk melihat kesiapan pemerintah daerah.

Pemantauan tersebut akan difokuskan pada sistem pengumpulan sampah di tingkat hulu, guna memastikan proses pengolahan di tingkat industri dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (yog/bob)

Exit mobile version