Kota Malang, blok-a.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (Unisma) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada Minggu (8/2/2026) di Stadion Gajayana, Kota Malang.
Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Dekan FK Unisma, dr. Rahma Triliana, yang menyatakan kesiapan institusinya untuk mengerahkan seluruh sumber daya kesehatan guna mengawal keselamatan ratusan ribu jamaah yang diperkirakan hadir.
“Mujahadah kubro adalah kegiatan keagamaan berskala besar yang membutuhkan kesiapsiagaan medis maksimal. FK Unisma siap mendukung penuh dengan mengerahkan tenaga dokter, tenaga medis, relawan kesehatan, serta fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya, Rabu (28/01/2026).
Ia menegaskan, aspek pengawalan kesehatan menjadi sangat krusial mengingat jumlah jamaah diperkirakan mencapai puluhan ribu hingga lebih dari 100 ribu orang, dengan latar belakang usia dan kondisi kesehatan yang beragam.
FK Unisma akan bersinergi dengan panitia pelaksana, pemerintah daerah, rumah sakit, klinik NU, serta unsur kesehatan lainnya, baik pada tahap persiapan hingga pelaksanaan mujahadah kubro.
“Tim medis akan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat. Kami tidak hanya fokus pada penanganan medis, tetapi juga upaya preventif, seperti edukasi kesehatan jamaah, kesiapan obat-obatan, ambulans, serta sistem rujukan yang terintegrasi,” tambahnya.
Menurutnya, dukungan ini sejalan dengan semangat NU yang menempatkan kesehatan sebagai bagian penting dari pelayanan umat. FK Unisma memandang mujahadah kubro bukan hanya agenda spiritual, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara dunia akademik, keagamaan, dan kemanusiaan.
“Kami memandang mujahadah kubro sebagai ikhtiar spiritual sekaligus sosial. Menjaga kesehatan jamaah adalah bagian dari ibadah dan pengabdian kepada umat,” ungkapnya.
Dengan dukungan penuh dari FK Unisma, pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Kota Malang diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan sehat, sekaligus menjadi contoh pengelolaan kegiatan keagamaan berskala besar yang berorientasi pada keselamatan jamaah. (ber/bob)








