Rektor UB Respons Unggahan Dugaan Pelecehan Seksual, Pelaku Terancam Di-DO

Universitas Brawijaya (blok-A.com/Syams Shobahizzaman)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Brawijaya (UB) diguncang tuduhan pelecehan seksual setelah akun X @jalannyamerah pada 11 Oktober 2025 mengunggah dugaan kasus yang melibatkan RF, mahasiswa FIA UB angkatan 2022 sekaligus mantan Wakil Ketua Pelaksana III Raja Brawijaya 2024.

Unggahan itu memuat tangkapan layar percakapan dan profil media sosial yang diduga menunjukkan perilaku manipulatif dan ajakan tidak pantas terhadap korban. Pengunggah juga menyebut ada korban lain yang enggan bicara karena tekanan emosional, memicu perhatian luas di kalangan mahasiswa.

Menanggapi itu, Rektor UB, Prof Widodo mengapresiasi siapapun civitas akademika UB yang berani bersuara atas tindakan pelecehan seksual.

Namun, ia menyarankan agar mengadukan kejadian itu terlebih dulu ke unit atau satgas
Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Seksual (PPKS) UB, daripada ke media sosial.

“Mohon untuk disalurkan ke badan-badan atau unit yang kita tunjuk jangan serta merta ke sosmed, ketika disalurkan ke sosmed ramai sekali dan kita bahkan kita taunya lebih awal dari sosmed,” jelasnya.

Sementara itu, Widodo menjelaskan, pengunggah dugaan pelecehan seksual itu sendiri telah melaporkan kejadian tersebut ke satgas PPKS UB.

“Laporan tadi sudah masuk ke unit satgas PPKS sehingga kita cek untuk tindak lanjut,” imbuhnya.

Widodo menjelaskan, sanksi bagi terduga pelaku pelecahan seksual yang juga mahasiswa UB itu tergantung pada analisa satgas PPKS. Kemungkinan untuk di-DO (Drop Out) pun ada, jika hasil analisa mahasiswa tersebut melakukan tindakan berat.

“Kalau berat pasti di-DO, kalau ringan ya mesti ada punishment-punishment dalam rangka untuk membina,” kata dia.

Sementara itu, pihak kampus akan bertindak di level etik, tidak sampai ke hukum. Jika korban dugaan pelecehan seksual itu melapor ke polisi, UB siap melakukan advokasi.

“Dan bahkan kalau misalnya in case pelapor siapa uang mendapat ancaman kita juga bisa siapkan untik safe house dan itu pernah kita lakukan,” tutupnya. (bob)

Exit mobile version