Kota Malang, blok-a.com – Seminar hasil (Semhas) skripsi dan tesis yang selama ini identik dengan suasana tegang dan penuh tekanan, kini tampil dengan wajah berbeda di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang. Melalui program Festival Semhas Heppiee, kampus ini mengubah seminar hasil menjadi ajang akademik yang lebih santai, menyenangkan, dan penuh semangat kebersamaan.
Festival Semhas Heppiee Periode I resmi dibuka Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut akan berlangsung selama sepekan dan menjadi bagian dari inovasi kampus dalam menciptakan budaya akademik yang lebih ramah bagi mahasiswa.
Berbeda dengan pelaksanaan seminar hasil pada umumnya, Festival Semhas Heppiee dikemas layaknya sebuah festival akademik. Para peserta tidak menghadapi seminar secara individual, melainkan mendapat dukungan langsung dari teman-teman sejawat yang hadir memberikan semangat.
Menurut Nurcholis, konsep ini sengaja dihadirkan untuk menghilangkan kesan bahwa seminar hasil merupakan tahapan yang menakutkan bagi mahasiswa.
“Di UIBU, semhas tidak menakutkan. Semhas adalah momen untuk difestivalkan, digelar bersama-sama agar tidak ada ketegangan. Ilmu akan lebih mudah diterima kalau kita heppiee, hati nyaman dan suasana juga nyaman. Karena itu saya mendoakan dan merestui seluruh peserta semhas bisa lulus,” ujarnya yang langsung disambut seruan “Aamiin” dari para mahasiswa.
Suasana hangat dan penuh dukungan tersebut menjadi ciri khas Festival Semhas Heppiee. Meski berlangsung lebih santai, kualitas akademik dan objektivitas penilaian tetap menjadi prioritas utama. Tim penguji tetap memberikan evaluasi sesuai standar akademik yang berlaku.
Tak hanya menghadirkan konsep festival, UIBU juga memperkenalkan program Golden Ticket. Penghargaan ini diberikan kepada peserta dengan hasil seminar terbaik berdasarkan penilaian penguji.
Mahasiswa yang berhasil meraih Golden Ticket memperoleh keuntungan khusus karena tidak lagi diwajibkan mengikuti ujian akhir. Mereka dapat langsung melanjutkan ke tahapan yudisium hingga wisuda.
Bagi UIBU, Festival Semhas Heppiee bukan sekadar kegiatan seremonial. Program ini merupakan upaya membangun lingkungan akademik yang lebih humanis dan mendorong mahasiswa tampil percaya diri saat mempresentasikan hasil penelitiannya.
Melalui konsep tersebut, UIBU ingin membuktikan bahwa proses akademik yang berkualitas tidak selalu harus dibangun dalam suasana penuh tekanan. Sebaliknya, atmosfer yang nyaman dan positif justru dapat membantu mahasiswa menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Festival Semhas Heppiee Periode I dijadwalkan berlangsung hingga satu minggu ke depan dan akan kembali digelar pada periode seminar hasil berikutnya sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di Universitas Insan Budi Utomo Malang. (bob)




