Kabupaten Malang, blok-a.com – Tim dosen Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program pengabdian berbasis penelitian dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru pengabdi di Pondok Pesantren Modern Al- Rifa’ie, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Ketua Tim, Dr. Herlina Ike Oktaviani, S.Pd., M.Pd., atau akrab disapa Ike, menjelaskan bahwa pengabdian ini menyasar guru-guru yang mengajar dan membimbing santri di pesantren namun belum menyelesaikan pendidikan sarjana atau masih dalam masa studi.
“Di Ponpes Modern Al-Rifa’ie 2 terdapat guru pengabdi yang sebenarnya masih berkuliah. Mereka tinggal di pondok, mengajar agama, sekaligus membimbing santri. Karena itu mereka perlu bekal profesional sebagai pendidik,” ujar Ike.
Pelatihan berlangsung pada 4–7 Desember 2025. Pada tanggal 4 dan 5 kegiatan dilakukan secara daring menggunakan Learning Management System berbasis microlearning. Sesi tatap muka dilaksanakan pada tanggal 6 untuk memperkuat pemahaman materi, sedangkan pada tanggal 7 dilakukan evaluasi pelaksanaan pelatihan.
Materi pelatihan meliputi teori belajar, tujuan pembelajaran, pengembangan metode dan model pembelajaran inovatif, pemilihan media ajar, hingga evaluasi pembelajaran. Peserta juga dibekali materi tambahan terkait bimbingan dan konseling untuk membantu menghadapi dinamika santri.
“Guru-guru ini menjadi figur pengganti orang tua bagi santri yang tinggal di pondok. Maka pendekatan BK, cara berkomunikasi, dan memahami karakter santri generasi sekarang sangat penting,” tambah Ike.
Tim pelaksana pengabdian terdiri dari Ketua, Dr. Herlina Ike Oktaviani, S. Pd, M. Pd. Sementara anggotanya ialah Fatiya Rosyida, S. Pd, dan
Dr. Muhammad Alfan, S. Pd, M. Pd.
Adapun mahasiswa yang juga terlibat dalam pengabdian ini, yakni Kevin Herdinata Cahyadi Firdaus, dan Wahyu Pratama Putra.
Mereka terlibat secara langsung mulai dari penyusunan modul pelatihan, pendampingan santri, hingga evaluasi implementasi pembelajaran digital.
Untuk memperkuat materi terkait karakteristik peserta didik dan teknik konseling, tim pengabdian menghadirkan narasumber, yakni Prof. Dr. Muslihati, M.Pd. sebagai dosen Bimbingan dan Konseling UM dan Dr. Yuliati Hotifah, M.Pd yang juga sebagai Dosen Bimbingan dan Konseling UM.
Hasil evaluasi pada 7 Desember menunjukkan respons positif dari para peserta. Mereka mengaku materi yang diberikan relevan dengan kondisi di lapangan sehari-hari.
“Peserta rata-rata puas karena mendapatkan ilmu yang selama ini belum mereka kuasai. Yang sudah berasal dari jurusan pendidikan pun merasa kembali terasah,” ungkap Ike.
Ike menyebut para peserta berharap program dapat berlanjut dengan pendalaman materi lanjutan.
“Harapan mereka tahun depan pelatihan ini bisa dilakukan lagi dengan materi yang lebih mendalam, terutama terkait cara menghadapi karakter santri saat ini dan teknik komunikasi dengan mereka,” tuturnya. (bob)




