Unisma Bekali Mahasiswa Baru dengan Halaqoh Diniyah, Perkuat Karakter Religius

Mahasiswa baru Unisma mengikuti pembukaan Halaqoh Diniyah 2026, Kamis (1/10/2026). (blok-a.com / M Berril Labiq)
Mahasiswa baru Unisma mengikuti pembukaan Halaqoh Diniyah 2026, Kamis (1/10/2026). (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) membekali mahasiswa baru dengan kegiatan Halaqoh Diniyah yang digelar selama tiga hari, 1-3 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa baru setelah mengikuti Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) 2026.

Halaqoh Diniyah 2026 mengangkat tema “Merawat Tradisi, Meneguhkan Peradaban dalam Bingkai Aswaja”. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian dari kehidupan akademik di Unisma.

Rektor Unisma, Prof. Junaidi Mistar mengatakan, pendidikan di Kampus Nahdliyin tersebut menekankan tiga karakter utama, yakni karakter keislaman atau religiusitas, karakter keilmuan dan kecerdasan, serta karakter kebangsaan atau keindonesiaan.

“Karena wujud dari karakter keislaman itu ada pada adab kita. Adab ada di atas ilmu. Oleh karena itu, kegiatan Halaqoh Diniyah kita ini dalam rangka memantapkan fondasi pengembangan karakter religiusitas kita,” ujar Prof Junaidi, Kamis (1/10/2026).

Menurut Prof Junaidi, pembekalan dalam Halaqoh Diniyah mencakup etika berinteraksi dan berkomunikasi. Mahasiswa juga diarahkan untuk membangun hubungan dengan Allah, Rasulullah, dan sesama melalui aktivitas keagamaan.

“Berkomunikasi dengan Allah melalui aktivitas salat. Berinteraksi dengan Rasulullah dengan aktivitas bersolawat. Dan berinteraksi dengan sesama manusia melalui aktivitas silaturahim,” jelasnya.

Ia berharap mahasiswa baru dapat mengikuti seluruh kegiatan selama tiga hari dengan baik. Pembinaan tersebut nantinya akan terus diperkuat selama mahasiswa menjalani masa studi di Unisma.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Halaqoh Diniyah, Dr. Imam Syafii mengatakan, kegiatan tersebut memiliki tiga komponen utama. Pertama, pemahaman dan pembentukan dasar akhlakul karimah melalui sejumlah materi.

“Mulai dari etika belajar di perguruan tinggi, ada etika berpakaian menurut Islam, etika pergaulan, etika berkomunikasi, dan amaliyah ubudiyah Nahdlatul Ulama,” kata Imam.

Komponen kedua berupa pembiasaan aktivitas keagamaan. Mahasiswa baru mengikuti istighotsah, Yasin dan tahlil, serta shalawat Nabi. Mulai hari berikutnya, mereka juga dijadwalkan mengikuti salat Dhuha di masjid, membaca Al-Qur’an, dan salat berjamaah.

“Ini salah satu bentuk yang dilakukan oleh Unisma menjadikan panjenengan semua mempunyai karakter religius yang nanti siap ketika di masyarakat,” ujarnya.

Komponen terakhir yakni pemetaan kemampuan mahasiswa baru dalam membaca Al-Qur’an dan melaksanakan salat. Menurut Imam, kemampuan tersebut menjadi salah satu bekal yang perlu dimiliki mahasiswa selama menjalani pendidikan di Unisma

“Unisma mempunyai tekad yang kuat lulusan nantinya dari Unisma mempunyai satu keterampilan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, dan diharapkan bisa menjalankan isinya Al-Qur’an,” jelasnya.

Pembinaan tersebut berlanjut setelah Halaqoh Diniyah melalui Master Maba dan Madrasah Al-Qur’an. Mahasiswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pendampingan sebelum kembali mengikuti tes kemampuan membaca Al-Qur’an.

Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan melalui perkuliahan mata kuliah Agama dan ujian pendalaman keislaman. Melalui pembinaan berkelanjutan itu, Unisma menargetkan mahasiswa memiliki kemampuan intelektual sekaligus bekal keagamaan dan akhlakul karimah. (ber)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis sekaligus videographer Blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu pemerintahan, paeristiwa, kriminal dan pendidikan di Malang Raya.