Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) resmi membuka program Masa Transformasi dan Pengembangan Karakter Mahasiswa Baru (Master Maba) 2026 di Gedung Bundar Unisma, Rabu (14/10/2026). Program yang berlangsung selama satu semester ini difokuskan pada pembentukan tiga karakter utama mahasiswa, yakni keislaman, keilmiahan, dan keindonesiaan.
Rektor Unisma, Prof Junaidi, mengatakan Master Maba menjadi kelanjutan dari pembinaan yang telah diberikan melalui Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus (Osika) serta Halakah Diniyah. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi dengan kehidupan kampus sekaligus mengembangkan potensi diri.
“Mahasiswa Unisma semuanya kita gembleng, kita didik, kita kembangkan tiga karakter utamanya yaitu karakter keislaman, karakter keilmiahan atau sering juga disebut karakter kecendekiaan, dan juga karakter keindonesiaan,” ujarnya.
Menurutnya, pembentukan ketiga karakter tersebut menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk menjalani pendidikan tinggi. Master Maba juga diarahkan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kemandirian serta mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin Indonesia pada masa depan.
Prof Junaidi menjelaskan, salah satu indikator keberhasilan program ini adalah kemampuan mahasiswa mengenali potensi dirinya. Setelah memahami potensi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menyalurkannya melalui berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang tersedia di kampus.
Unisma memiliki sekitar 20 UKM yang dapat menjadi wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan sekaligus meraih prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Prof Junaidi juga mencontohkan capaian mahasiswa senior yang telah memperoleh penghargaan di berbagai bidang. Ia berharap prestasi tersebut dapat memotivasi mahasiswa baru untuk mengembangkan kemampuan masing-masing selama berkuliah di Unisma.
“Kita harapkan mahasiswa Unisma kemudian mampu menunjukkan prestasi terbaiknya, bahkan juga mendapatkan gelar-gelar, piala-piala, piagam-piagam penghargaan, baik di tingkat regional, tingkat nasional, bahkan tingkat internasional sebagaimana yang sudah ditunjukkan oleh kakak-kakak kalian,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, pembinaan karakter melibatkan sejumlah unit di lingkungan kampus. LPIK menjadi penanggung jawab utama pengembangan karakter keislaman, sedangkan UKM Kreasi mendampingi pengembangan karakter keilmiahan. Sementara itu, pengembangan karakter keindonesiaan melibatkan 11 UKM lainnya.
Melalui Master Maba 2026, Unisma menargetkan mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mengenali potensi diri, dan siap mengembangkan prestasi melalui kegiatan akademik maupun kemahasiswaan. (ber)




