Unisma Santuni 250 Duafa di Sekitar Kampus pada Ramadan 1447 H

Prosesi penyerahan bantuan sembako oleh Rektor Unisma kepada para dhuafa (blok-a.com/zulkaria)
Prosesi penyerahan bantuan sembako oleh Rektor Unisma kepada para dhuafa (blok-a.com/zulkaria)

Kota Malang, blok-a.com – Civitas akademika Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menggelar kegiatan santunan bagi kaum duafa pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 250 paket sembako dibagikan kepada warga kurang mampu di sekitar kampus.

Rektor Unisma, Prof. Junaidi, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial kampus kepada masyarakat sekitar.

“Setiap tahun, setiap Ramadan kita berbagi dengan orang-orang yang layak untuk kita santuni. Tahun ini kita memberikan 250 paket sembako dengan nilai masing-masing Rp250 ribu,” ujar Prof. Junaidi.

Ia mengatakan santunan tersebut diberikan kepada para duafa yang berada di sejumlah wilayah sekitar kampus, di antaranya Kelurahan Dinoyo, Kelurahan Tlogomas, Kelurahan Merjosari, hingga Kelurahan Jatimulyo.

Menurutnya, kegiatan berbagi tersebut tidak hanya sekadar bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kampus dengan masyarakat sekitar.

“Tujuannya tentu yang pertama untuk silaturahmi, yang kedua sebagai rasa syukur Unisma atas berbagai rezeki dan nikmat Allah yang telah diperoleh oleh Unisma,” jelasnya.

Dalam penyaluran bantuan, pihak kampus bekerja sama dengan pengurus RT dan RW setempat untuk memastikan penerima santunan benar-benar berasal dari masyarakat yang membutuhkan.

“Kita bekerja sama dengan RW-RW terkait, bahkan tadi juga para ketua RW hadir. Mereka tentu lebih tahu bagaimana kondisi warganya,” katanya.

Dengan mekanisme tersebut, pihak kampus meyakini bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Prof. Junaidi menambahkan, santunan duafa pada Ramadan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang dilakukan Unisma sepanjang tahun. Ia menjelaskan bahwa santunan untuk anak yatim biasanya dilaksanakan pada bulan Muharam, sementara kegiatan santunan lain juga digelar dalam rangka Dies Natalis Unisma.

“Tahun ini kegiatan santunan dalam rangka Dies Natalis rencananya akan digelar bersamaan dengan halal bihalal pada 31 Maret karena jadwal sebelumnya bertepatan dengan masa libur,” ujarnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Walaupun tentu tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan mereka, tetapi setidaknya kita bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang beruntung dari segi ekonomi,” katanya.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Rektor Unisma itu juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir dan menjalin hubungan baik dengan Unisma.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Unisma sebagai perguruan tinggi swasta sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat, khususnya jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Sebagai perguruan tinggi swasta, kami sadar keberadaan kami sangat bergantung pada jumlah mahasiswa. Semakin banyak mahasiswa yang kuliah di Unisma, maka semakin kuat keberadaan kami,” tuturnya.

Ia pun berharap masyarakat turut mendoakan agar Unisma terus berkembang serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap bapak ibu semua juga berkenan mendoakan Unisma, mendoakan para mahasiswa, dosen, dan karyawan agar senantiasa diberi kesehatan dan mampu menjalankan tugas dengan baik,” pungkasnya. (zul/bob)