Kota Malang, Blok-a.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) memperkuat langkah transformasi menuju World Class University melalui penjajakan kerja sama strategis dengan University of Twente, Belanda. Kolaborasi internasional tersebut difokuskan pada pengembangan Sustainable Green Campus dan pembentukan Research and Development (R&D) Design Lab sebagai pusat riset, inovasi, dan pengembangan teknologi berkelanjutan.
Kunjungan akademik ke University of Twente dipimpin langsung oleh Rektor UNISMA Prof. Junaidi Mistar bersama Ketua Umum Yayasan UNISMA Prof Agus Sugianto, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, SDM dan Keuangan Dr. Ronny Malavia Mardani serta Ketua Lembaga Urusan Internasional Dr. Imam Wahyudi Karimullah.
Dalam agenda tersebut, delegasi UNISMA bertemu dengan Prof. Dr. Ing. Dave H.A. Blank, Profesor Ilmu Material Anorganik University of Twente yang dikenal sebagai salah satu tokoh dunia di bidang nanoteknologi. Selain menjadi figur penting di MESA+ Institute for Nanotechnology, Prof. Dave Blank juga pernah menjabat sebagai Chief Scientific Ambassador Belanda dan berperan besar dalam pengembangan ekosistem nanoteknologi nasional negara tersebut.
Tak hanya itu, UNISMA juga melakukan pertemuan dengan Mr. Christian Kraft, pimpinan CLM Nano Energy, The Netherlands, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi energi hijau, sistem penyimpanan energi, dan pengembangan baterai generasi baru.
Dari pertemuan tersebut, tercapai kesepahaman untuk mendukung pengembangan UNISMA Sustainable Green Campus melalui pembentukan R&D Design Lab. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat kolaborasi multidisiplin yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, inovasi, teknologi, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem.
Prof. Junaidi mengatakan pengembangan Sustainable Green Campus menjadi bagian dari peta jalan jangka panjang universitas dalam memperkuat kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi UNISMA untuk mengadopsi praktik terbaik dari salah satu universitas riset terkemuka di Eropa sekaligus memperluas jejaring akademik dan industri di tingkat global.
“Kami melihat University of Twente sebagai salah satu model yang mengintegrasikan mengintegrasikan pendidikan, riset, inovasi, dan kewirausahaan. Pengalaman Prof. Dave Blank dalam membangun ekosistem NanoLab dan DesignLab menjadi inspirasi penting bagi UNISMA dalam mengembangkan pusat riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Prof. Junaidi menambahkan, kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan penelitian bersama, program visiting professor, mobilitas mahasiswa dan tenaga kependidikan, publikasi internasional bereputasi, hingga pengembangan startup berbasis teknologi dan inovasi.
“Pengembangan Sustainable Green Campus dan R&D Design Lab merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas riset dan inovasi UNISMA. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi UNISMA menuju World Class University sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” jelasnya.
Di sisi lain, Prof. Dave Blank menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap upaya UNISMA dalam membangun ekosistem inovasi yang mampu mempertemukan akademisi, mahasiswa, dunia industri, pemerintah, hingga mitra internasional.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan berbagai solusi terhadap tantangan global, termasuk di sektor energi, lingkungan, dan teknologi masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Mr. Christian Kraft menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri agar hasil-hasil penelitian dapat dihilirisasi menjadi produk maupun teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengembangan Sustainable Green Campus UNISMA juga akan melibatkan SBDI Center Foundation, mitra internasional yang selama ini mendukung berbagai program ketahanan pangan, kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan bersama UNISMA. (yog)




