Kota Malang, blok-a.com – Meraih gelar sarjana dengan nilai sempurna bukan perkara mudah bagi Unjana. Di usia 39 tahun, ia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di Universitas Islam Malang (Unisma) dengan IPK 4,00, sekaligus menjalankan tanggung jawab sebagai kepala sekolah PAUD dan ibu rumah tangga.
Perjalanan Unjana meraih gelar sarjana dimulai saat usianya menginjak 35 tahun. Keputusan melanjutkan pendidikan itu berangkat dari keinginannya mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini di desanya, khususnya bagi anak-anak berusia 3–4 tahun yang sebelumnya belum memiliki layanan pendidikan khusus.
Sebelum kuliah, Unjana aktif sebagai kader PKK dan Bina Keluarga Balita (BKB). Bersama dua rekannya, ia turut mengembangkan layanan pendidikan bagi anak usia dini hingga akhirnya mengelola KB Flamboyan 3 di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Unjana dan kedua rekannya menyadari bahwa mengelola lembaga pendidikan anak usia dini membutuhkan pengetahuan yang lebih mendalam. Ketiganya yang saat itu hanya memiliki latar belakang pendidikan SMA dan SMK kemudian berinisiatif melanjutkan studi di Program Studi PIAUD Unisma.
“Dulu itu kami hanya lulusan SMA dan SMK. Kemudian kami terus berinovasi untuk memang berpikir untuk kemajuan desa kami. Jadi, kami berniat untuk melanjutkan studi, yaitu dengan kuliah,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Kesempatan beasiswa dari Unisma menjadi jalan bagi Unjana untuk mewujudkan keinginannya. Ia pun kembali menjadi mahasiswa di tengah tanggung jawab yang tidak sedikit. Selain mengurus keluarga dan dua anak, ia tetap menjalankan tugas sebagai kepala sekolah PAUD serta mengikuti kegiatan di desa.
Membagi waktu menjadi tantangan tersendiri. Saat menjalani perkuliahan, salah satu anaknya masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Unjana harus mengatur jadwal agar kegiatan kuliah, pengelolaan sekolah, dan urusan keluarga tetap berjalan. Dalam beberapa kesempatan, ia juga mengandalkan bantuan keluarga untuk menjaga anaknya.
Di tengah berbagai kesibukan tersebut, Unjana berusaha menjaga konsistensi dan kedisiplinan. Ia mengatakan, niat yang kuat perlu disertai kemampuan mengatur waktu agar seluruh tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik.
“Insyaallah dengan konsisten, kedisiplinan kita, segala sesuatu akan terlaksana dengan baik,” tuturnya.
Selama menempuh pendidikan, Unjana juga menyusun penelitian yang berkaitan langsung dengan kegiatan belajar di lembaga yang dikelolanya. Skripsinya berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia 3–4 Tahun melalui Media Wimmelbuch di KB Flamboyan.
Penelitian tersebut mengangkat penggunaan media Wimmelbuch untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini. Topik itu sejalan dengan perannya dalam mengelola PAUD dan keinginannya mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak di desanya.
Setelah menempuh pendidikan selama 7,83 semester, Unjana akhirnya menyelesaikan studi dengan IPK 4,00 dan predikat pujian. Capaian itu menjadi bagian dari perjalanannya meningkatkan kapasitas diri sekaligus menjalankan peran dalam pengembangan pendidikan anak usia dini.
Unjana menyebut, usia bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Ia berpesan agar mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tetap memiliki keyakinan dan niat yang kuat, serta tidak melupakan doa dalam setiap usaha.
“Semoga impian ataupun cita-cita itu bisa dicapai dengan adanya keyakinan diri dan niat dari hati. Nomor satu berdoa yang baik dan tetap jadi orang baik,” pungkasnya. (ber)




