Kota Malang, blok-a.com – Ratusan massa Aksi Kamisan Malang memperingati empat tahun tragedi Kanjuruhan dengan mengusung seruan “Don’t Stop Talking About Kanjuruhan”, Kamis (1/10/2026). Aksi tersebut digelar di Balai Kota Malang sebagai bentuk pengingat agar tragedi Kanjuruhan tetap dibicarakan dan tidak dilupakan.
Pantauan blok-a.com, massa memulai aksi pukul 16.11 WIB dengan membawa sejumlah spanduk bertuliskan “Don’t Stop Talking About Kanjuruhan”, “We Remember Not Only Lives But The Justice They Are Owed”, serta “4 Years Without Justice”. Sejumlah peserta juga menyuarakan “135 itu bukan angka, 135 itu korban jiwa, arek-arek Malang kalian gak sendiri”.
Koordinator Aksi Kamisan Malang, Eko mengatakan, seruan tersebut dipilih karena
pembicaraan mengenai tragedi Kanjuruhan perlu terus dilakukan. Ia menilai, dengan membicarakan kembali tragedi tersebut menjadi bagian dari upaya menuntut keadilan.
“Karena kami pandang di Kamisan bahwa untuk tidak pernah diam atas tragedi Kanjuruhan ini adalah upaya yang paling organik untuk menyikapi hal ini,” ujar Eko di lokasi aksi.
Ia menyebut selama empat tahun terakhir keluarga korban, pendamping korban, dan lembaga bantuan hukum telah melakukan berbagai upaya, baik melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi. Namun, menurut Eko, upaya yang mereka tuntut belum sepenuhnya terealisasi.
“Maka dari itu hari ini kita cukupkan aksinya untuk don’t stop talking about Kanjuruhan karena setiap kali kita membicarakan tentang Kanjuruhan, maka keadilan itu bisa akan segera bisa kita tuntut dan penuhi,” katanya.
Eko mengatakan, bentuk perjuangan juga mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Pada tahun pertama, aksi lebih banyak diwarnai kemarahan. Memasuki tahun kedua dan ketiga, berbagai upaya penuntutan dilakukan, termasuk laporan pidana maupun perdata.
Memasuki tahun keempat, Aksi Kamisan Malang memilih memperkuat kampanye moral agar isu Kanjuruhan tetap menjadi perhatian publik. Langkah tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari konsolidasi perjuangan pada tahun-tahun berikutnya.
“Di tahun keempat ini usut tuntas itu dari mungkin upaya litigasi berganti kepada upaya-upaya untuk kampanye moral,” jelasnya.
Eko juga menjelaskan, penyelesaian melalui restitusi dan bantuan yang telah diberikan pemerintah belum dianggap cukup untuk memenuhi tuntutan keluarga korban dan korban. Karena itu, perjuangan terkait Kanjuruhan akan terus dibawa melalui berbagai upaya moral dan kampanye.
Rangkaian Aksi Kamisan Malang dilakukan dengan aksi diam, refleksi, orasi, dan doa bersama. Setelah aksi, sebagian peserta dari Arek Malang juga dijadwalkan bergeser ke Stadion Kanjuruhan untuk menggelar doa bersama di Gate 13 yang menjadi salah satu titik tragedi.
Hingga berita ini ditulis, aksi masih berlangsung tertib. Situasi di sekitar lokasi juga terpantau kondusif. (ber)








