Alasan Warga di Kota Malang Buang Motor ke Sungai: Jengkel Balap Liar Berulang

Screenshot

Kota Malang, blok-a.com – Balap liar di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang berakhir ricuh, Sabtu  (21/2/2026) dini hari. Satu motor milik terduga pelaku balap liar dirusak warga dan dibuang ke sungai. Itu terekam video warga dan viral di media sosial.

Salah satu saksi, Andhika Surya mengatakan, awal mula terjadinya kejadian tersebut. Di daerah sana, memang kerap digunakan lokasi balap liar.

Pada saat kejadian, ada Ojol yang duduk di sekitar lokasi menunggu orderan. Namun ada balap liar lahi dan menganggu.

“Nah di situ sudah selesai semua dibubarkan tanpa kekerasan. Aman,” kata dia di Mapolresta Malang Kota, Jumat (27/2/2026).

Setelah itu, ada sepeda motor muncul lagi sekitar 10 sampai 15 menit pasca pembubaran. 

Sepeda motor itu mengegas kendaraanya cukup kencang hingga memblayer dan bunyinya menganggu warga sekitar dan Ojol.

“Dan di tempat anak nongkrong itu dibleyer tiga atau empat kali. ‘Der, der, der, der’ gitu,” imbuhnya.

Nah si pengendara sepeda motor itu langsung dikerumuni warga. Ada yang memukul. “Tapi kita tidak tahu yang memukul siapa,” imbuhnya.

Setelah itu, sepeda motornya dibawa oleh kerumunan orang yang sudah memenuhi jalan raya. Motor itu pun dihancurkan seperti di video yang tersebar di media sosial.

“Terus kami amankan daripada di situ macet. Kita amankan di sebelah gang tembusan kampung,” tambah dia.

Selanjutnya, ada warga yang membawa sepeda motor itu dan memasukkannya ke dalam sungai.

“Di sebelah gang situ ada sungai. Dan kejadian itu sudah ada polisi datang,” kata dia.

Pasca kejadian tersebut, ia mengaku warga tidak mendapati lagi ada balap liar di sekitar lokasi.

“Sementara ini masih kosong,” tuturnya.

Ia menilai peristiwa sepeda motor diduga penggunaanya untuk balap liar dibuang warga ke sungai karena sudah jengkel.

“Karena ini kan selalu terjadi berulang, bahkan sampai warga jengkel ada yang membuang motornya ke sungai,” tutupnya. (bob)

 

Exit mobile version